Uraian dari masing-masing tahapan partisipasi adalah sebagai
berikut :
1). Tahap partisipasi dalam pengambilan keputusan
Pada umumnya, setiap program pembangunan masyarakat
(termasuk pemanfaatan sumber daya lokal dan alokasi anggarannya) selalu
ditetapkan sendiri oleh pemerintah pusat, yang dalam hal ini lebih mencerminkan
sifat kebutuhan kelompok-kelompok elit yang berkuasa dan kurang mencerminkan
keinginan dan kebutuhan masyarakat banyak. Karena itu, partisipasi masyarakat
dalam pembangunan perlu ditumbuhkan melalui dibukanya forum yang memungkinkan
masyarakat banyak berpartisipasi langsung di dalam proses pengambilan keputusan
tentang program-program pembangunan di wilayah setempat atau di tingkat lokal
(Mardikanto, 2001).
2). Tahap partisipasi dalam perencanaan kegiatan
Slamet (1993) membedakan ada tingkatan partisipasi yaitu :
partisipasi dalam tahap perencanaan, partisipasi dalam tahap pelaksanaan,
partisipasi dalam tahap pemanfaatan. Partisipasi dalam tahap perencanaan
merupakan tahapan yang paling tinggi tingkatannya diukur dari derajat
keterlibatannya. Dalam tahap perencanaan, orang sekaligus diajak turut membuat
keputusan yang mencakup merumusan tujuan, maksud dan target.
Salah satu metodologi perencanaan pembangunan yang baru
adalah mengakui adanya kemampuan yang berbeda dari setiap kelompok masyarakat
dalam mengontrol dan ketergantungan mereka terhadap sumber-sumber yang dapat
diraih di dalam sistem lingkungannya. Pengetahuan para perencana teknis yang
berasal dari atas umumnya amat mendalam. Oleh karena keadaan ini, peranan
masyarakat sendirilah akhirnya yang mau membuat pilihan akhir sebab mereka yang
akan menanggung kehidupan mereka. Oleh sebab itu, sistem perencanaan harus
didesain sesuai dengan respon masyarakat, bukan hanya karena keterlibatan
mereka yang begitu esensial dalam meraih komitmen, tetapi karena masyarakatlah
yang mempunyai informasi yang relevan yang tidak dapat dijangkau perencanaan
teknis atasan (Slamet, 1993).
3). Tahap partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan, seringkali
diartikan sebagai partisipasi masyarakat banyak (yang umumnya lebih miskin)
untuk secara sukarela menyumbangkan tenaganya di dalam kegiatan pembangunan. Di
lain pihak, lapisan yang ada di atasnya (yang umumnya terdiri atas orang kaya)
yang lebih banyak memperoleh manfaat dari hasil pembangunan, tidak dituntut
sumbangannya secara proposional. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam tahap
pelaksanaan pembangunan harus diartikan sebagai pemerataan sumbangan masyarakat
dalam bentuk tenaga kerja, uang tunai, dan atau beragam bentuk korbanan lainnya
yang sepadan dengan manfaat yang akan diterima oleh warga yang bersangkutan
(Mardikanto, 2001).
4). Tahap partisipasi dalam pemantauan dan evaluasi kegiatan
Kegiatan pemantauan dan evaluasi program dan proyek
pembangunan sangat diperlukan. Bukan saja agar tujuannya dapat dicapai seperti
yang diharapkan, tetapi juga diperlukan untuk memperoleh umpan balik tentang
masalah-masalah dan kendala yang muncul dalam pelaksanaan pembangunan yang
bersangkutan. Dalam hal ini, partisipasi masyarakat mengumpulkan informasi yang
berkaitan dengan perkembangan kegiatan serta perilaku aparat pembangunan sangat
diperlukan (Mardikanto, 2001).
5). Tahap partisipasi dalam pemanfaatan hasil kegiatan
Partisipasi dalam pemanfaatan hasil pembangunan, merupakan
unsur terpenting yang sering terlupakan. Sebab tujuan pembangunan adalah untuk
memperbaiki mutu hidup masyarakat banyak sehingga pemerataan hasil pembangunan
merupakan tujuan utama. Di samping itu, pemanfaaatan hasil pembangunan akan
merangsang kemauan dan kesukarelaan masyarakat untuk selalu berpartisipasi
dalam setiap program pembangunan yang akan datang (Mardikanto, 2001).






0 komentar:
Posting Komentar