Minggu, 01 April 2012

MEMAHAMI POLUSI DAN DAMPAKNYA




MEMAHAMI POLUSI DAN DAMPAKNYA


Polusi atau pencemaran lingkungan berdasarkan Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982. diartikan sebagai peristiwa masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan apabila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek
merusak. Suatu zat dapat disebut polutan apabila


(1). Kadar polutan jumlahnya melebihi jumlah normal dalam lingkungan

(2). Polutan berada pada lingkungan tersebut pada waktu yang tidak tepat, artinya polutan berada cukup lama dan mengganggu aktivitas dan kesehatan makhluk hidup.

(3). Polutan menetap atau berpindah tempat dan akhirnya berada pada suatu daerah/lokasi atau wilayah, tempat tertentu yang mengganggu keseimbangan lingkungan. Dalam sejarah kehidupan, dibandingkan kelompok spesies yang lain manusia memiliki populasi yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan
populasi tumbuhan maupun hewan, namun manusialah sebagai penentu kelestarian lingkungan hidup. Manusia merupakan makhluk yang pertama
kali bersedia menerima amanah dari Tuhan untuk mengelola alam semesta ini. Dalam perkembangan pengelolaan lingkungan ini, manusia selalu
berusaha untuk dapat menguasai alam semesta. Di alam semesta inilah manusia sebagai makhluk yang paling berhak mengatur, menata, dan memanfaatkan lingkungan sesuai dengan kebutuhannya, sedang makhluk lainnya tidak diberi kesempatan mengatur alam semesta ini. Berkat kemampuan berpikir, bernalar manusia dapat mengatur, memanfaatkan sumber daya alam hayati maupun non hayati untuk kebutuhan hidup dan kehidupannya. Cara memanfaatkan sumber daya alam ini dilakukan lewat berbagai cara yang kesemuanya itu ditujukan untuk mencapai kemakmuran hidup, kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia beserta anak turunnya.  . berikut memperlihatkan bagaimana manusia bertindak dan memperlakukan hewan. Dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam manusia lewat kemampuan intelektualnya, di samping ada aspek positif yakni ada kemanfaatannya bagi
makhluk hidup, tetapi ada sisi negatif yang muncul dan mengiringi yakni rusaknya sumber daya alam. Dalam kenyataan sehari-hari seringkali juga memusnahkan sumber daya alam flora maupun fauna serta manusia itu sendiri. Pertambahan jumlah populasi manusia, berkembangnya IPTEK dan
industrialisasi berdampak ganda yakni selalu ada dampak positif dan negatif. Pada mulanya industrialisasi bertujuan agar kesejahteraan hidup manusia dapat meningkat, namun di sisi yang lain ternyata juga berdampak negatif khususnya pada aspek kualitas lingkungan hidup. Lebih-lebih kegiatan industri yang menggunakan bahan bakar fosil yang semakin berkembang akan dibarengi dengan upaya ekplorasi sumber daya alam yang semakin pesat pula. Akibatnya sumber polusi menjadi beragam jenisnya. Bila dikaji secara seksama di kota-kota besar, misalnya Jakarta, polusi menjadi masalah manusia diperkotaan disebabkan oleh berbagai sebab, di antaranya adalah :
a. meningkatnya pengaruh lingkungan terhadap aktivitas manusia
b. semakin kecilnya sumber daya alam yang dapat dilestarikan
c. semakin meningkatnya produksi pangan untuk mencukupi kebutuhan makhluk hidup.

d. meningkatnya urbanisasi yang mengakibatkan daya dukung llingkungan perkotaan menjadi rendah.
e. tumbuh suburnya modernisiasi lewat industrialisasi, serta kebergantungan manusia pada produk teknologi yang semakin meningkat. Kelima hal di atas menjadikan penyebab munculnya dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan dapat bersumber dari kelompok biotik dan abiotik. Daya dukung lingkungan yang tak terkendali menyebabkan munculnya polusi. Sumber pencemar yang disebut polutan ini dapat berasal dari kelompok biotik dan abiotik. Suatu zat disebut polutan apabila jumlahnya melebihi kapasitas lingkungan alam untuk menampungnya atau junlahnya di atas normal dan berada pada saat dan tempat yang tidak tepat.. Polusi yang berasal dari biotik adalah pencemaran lingkungan bersumber dari makhluk hidup Gambar 2.1 : Manusia mempekerjakan Sapi Untuk membajak Ladang  misalnya limbah berasal dari sisa pembakaran dari bahan bakar fossil, sampah atau limbah Polutan ini dapat berasal dari sisa-sisa tumbuhan, hewan dan manusia. Sebaliknya polutan yang berasal dari sumber abiotik artinya munculnya polusi ini berasal bukan bersumber dari makhluk hidup. Misalnya limbah yang berasal dari buangan proses kimia, fisika dan akibat bencana alam.
2.2. Mengidentifikasi Jenis Limbah Berdasarkan jenisnya limbah dibedakan menjadi limbah padat, cair dan gas serta limbah energi. Limbah padat berupa benda padat yang di buang ke lingkungan, misalnya partikel padat yang dikeluarkan dalam cerobong asap dan aliran air, detergen padat, logam serta limbah lainnya. Limbah cair dapat berupa minyak, asam sulfat, air raksa yang larut di udara dan air serta lainnya. Limbah berupa gas antara lain carbon dioksida, carbon monoksida yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor, cerobong asap, amoniak yang dibuang ke ke lingkungan sekitar dan sebagainya.
Ukuran pencemaran udara yang banyak dikenal dinyatakan dengan ppm singkatan dari part per million yang artinya banyaknya limbah yang dinyatakan dalam cc per satu meter kubik udara. Limbah energi terjadi akibat energi bunyi misalnya terjadinya kebisingan akibat mesin menghasilkan bunyi yang keras.  ni menunjukkan bahwa dengan banyaknya kendaraan bermotor di jalan raya maka sisa gas buang yang berbahaya dihasilkan oleh mobil-mobil akan
larut di udara. Seberapa besar gas buang yang mengotori udara dihitung dengan satuan ppm (part per million) sepert tersebut di atas. Limbah yang terbuang, diserap oleh manusia dan akan menganggu kesehatan maka dikatakan telah melebihi ambang batas terendahnya. Polusi dapat terjadi manakala bahan pencemar yang mengotori lingkungan telah melebihi ambang batas dan berpengaruh terhadap kehidupan. Untuk mempelajari jenis polusi ini secara sederhana dapat dibedakan menjadi 3 kategori, yakni limbah digolongkan berdasarkan pada :
a. Tempat terjadinya polusi
b. Bahan pencemar
c. Tinggi rendahnya kadar pencemar  Berdasarkan tempat terjadinya polusi, yakni limbah yang dapat mengotori dan berpengaruh terhadap kualitas tempat, misalnya polusi di udara, air, tanah. Polusi udara terkait dengan keberadaan partikel atau zat di udara atau larutnya bahan kimia di udara lalu dihirup oleh makhluk hidup sehingga dapat mengganggu kehidupan. Misalnya gas karbondioksida, karbonmonoksida yang produk buangan dari sisa pembakaran pada mesin atau kendaraan bermotor yang dikeluarkan lewat knalpot mesin atau kendaraan bermotor. Gas H2S beracun dan banyak dijumpai di daerah gunung berapi. Gas Nitrogendioksida, sulfurdioksida yang terbentuk saat pembakaran batubara, dan sebagainya. Polusi pada air dikenali lewat bau, rasa dan warna. Dengan membandingkannya dengan air bersih yang layak diminum polusi air disebabkan oleh berbagai jenis pencemar yang berasal dari sisa limbah industri, sampah organik dan anorganik. Limbah industri dan rumah tangga terjadi pada pemukiman yang berada di sekitar daerah aliran sungai apabila di sepanjang muara sungai tersebut terdapat industri yang membuang limbahnya ke sungai. Limbah ini bisa berupa detergen, logam-logam berat, atau senyawa air raksa. Pada lingkungan pertanian limbah dapat berasal dari bahan pembuat pupuk yang selanjutnya terjadi penimbunan yang
melebihi daya dukung air sehingga tumbuhan dan binatang air tak mampu bertahan hidup lebih lama. Polusi pada tanah disebabkan oleh berbagai sebab di antaranya sampah plastik yang sukar hancur dalam tanah, botol plastik, kaca, karet sintesis dan kaleng. Detergen yang secara alami sulit diuraikan dalam air akan terserap oleh tanah sehingga mengotori lingkungan tempat tinggal. Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, mesin pabrik yang sedang beroperasi, pesawat terbang dengan frekuensi penerbangan yang tinggi, suara yang berasal dari speaker pada tape recorder atau bunyi amplifier yang digunakan dalam kegiatan dengan musik di gedung auditorium Apabila polusi dibedakan berdasar bahan pencemarnya maka dikenal polusi kimiawi, biologi dan fisika. Uraian di depan telah diberikan contoh berbagai polutan yang bersumber dari bahan kimia, misalnya carbon dioksida, carbon monoksida di udara, hidrocarbon, hidrogen sulfat juga banyak dijumpai pada polusi udara. Pada polusi air juga banyak terlarut bahan kimia yang membahayakan, misalnya zat radioaktif, logam-logam seperti Hg, Pb, As, Cd, dan Cr. Tinggi rendahnya bahaya polusi kimia ini didasarkan ukuran atau parameter tetentu. Misalnya parameter kimia, biologi dan fisik.


  • Ramalan Hari Ini
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More