Minggu, 01 April 2012

Klasifikasi Arachoinidea




Klasifikasi Arachoinidea

a). Ordo Scorpionida

Meliputi segala macam golongan kala. Abdomannyabersegman dan panjang, pada segmen terahir berubah bentuk menjadi alat sengat. Memiliki pedipalpus, berbentuk sebagai catut besar dan kelisera yang kecil. Contoh: Thelyphobnus sp. (kala jengking) dan Bhutus afer(ketungging).
b). Ordo Araneae
Meliputi bangsa laba-laba. Abdomennya tidak bersegmen. Pada bagian ventral abdomen dan didepan anusnya terdapat alat yang mengelurkan benang sutra yang berguna untuk
membuat jaring-jaring. Alat tersebut yangt disebut spineret, benang-benang yang dikeluarkan untuk membuat sarang sekaligus sebagai jaring penangkap mengsanya. Selain itu, berguna untruk membentuk kokon. Contoh: Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu). Nephila maculate, dan Gastera sp. (laba-laba duri).
c). Ordo Acarina
Meliputi jenis yang merupakan parasit dan merugikan manusia. Misalnya tugau atau caplak. Tubuh berukuran kecil dan tidak bersegmen-segmen. Abdomennya bersatu dengan sefalotoraks. Semua anggota acarina bernapas melalui seluruh permukaan tubuhnya. Ilmu yang khusus mempelajari caplak disebut Acarologi. Contoh: Sarcoptes sp. (caplak penyebab penyakit kudis), Dermacentor sp. (caplak pengisap darah mamalia atau manusia), dan Tetranychus sp. 9.3.1.4.4. Kelas Chilopoda Anggota chilopoda ini sering disebut hewan berkaki seratus atau
sentipeda. Bentuk tubuhnya pipih memanjang serta bersegmensegmen. Pada setiap segmen terdapat sepasang kaki, kecuali pada segmen di elakang kepala. Pada bagian tersebut terdapat cakar racun yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Cakar tersebut dinamakan, pedes maksilaris. Chilopoda hidup didarat atau dibawah batuan. Hidup sebagai hwan buas (karnivora) yang dapat bergerak cepat dengan menggunakan kaki yang banyak. Alat pernapasannya berupa trakea yang bercabang-cabnang keseluruh bagian tubuh. Lubang trakea terdapat pada tiap-tiap
segmen . alat ekskresinya berupa saluran malpigi. Pada bagian kepala chilopoda terdapat antenna panjang. Alat pencernaannya berkembang baik. Makanannya berupa binatang-binatang kecil (misalnya insekta, cacing dan moluska). Chilopoda memiliki 336 rahang yang kuat dan gigitan yang berbisa. Mereka bereproduksi secara kawin dengan pembuahan secara internal. Telur yang telah dibuahi diletakkan dibawah batuan yang ditempati. Contoh: Scolopendra gipas (kelabang atau lipan) dan Lithobius forficatus (kelabang yang beracun berbahaya).  Anggota kelas diplopoda sering disebut hewan berkaki seribu atau millepeda. Seperti anggota sentipeda, kelompok hewan ini juga memiliki banyak segmen . bentuk tubuhnya bulat panjang (silindris) dan beberapa segmen tubuh menyatu. Pada setiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki. Hidup ditempattempat gelap dan lembab, biasanya hidup sebagai herbivora. Makanan utamanya berupa tumbuh-tumbuhan yang membusuk.
Pada kepala terdapat mulut dan sepasang antenna. Pada antena terdapat rambut-rambut olfaktori (penciuman) dan sepasang kelenjar yang bermuara sebelah lateral. Mereka memiliki mata yang masih sederhana. Alat pernapasannya adalah berupa trakea yang tidak bercabangcabang.
Memiliki jantung berupa suatu pembuluh dengan ostia disebelah lateral. Alat ekskresinya berupa pembuluh malpigi. Gerakan hewan ini sangat lambat. Beberapa jenis diantaranya dapat menggulung diri dalam bentuk seperti spiral atau bola. Alat kelaminnya terpisah dan bereproduksi secara kawin. Telur biasanya diletakkan ditanah yang lembap. Pada hewan jantan dua pasang kaki disegmen ketujuh mengalami modifikasi membentuk alat kopulasi (alat kawin). 9.3.2. Vertebrata Filum Chordata memiliki anggota sekitar 45.000 spesies. Sebagian besar diantaranya masuk dalam kelompok hewan vertebrata (lebih kurang 43.700 spesies), sedangkan sisanya adalah invertebrata. Anggota filum ini paling sukses hidupnya, mereka dapat beradaptasi di lingkungan terestial maupun akuatik, termasuk laut. Chordate mempunyai empat ciri pokok yang
muncul pada suatu masa disepanjang hidupnya, yaitu: bagian punggung (dorsal) disokong oleh batang lentur bernama notokorda. notokorda tersebut terbentuk didalam embrio dari lapisan mesoderm dorsal. Letaknya tepat dibawah batang saraf dorsal (punggung) yang mengandung kanal berisi cairan. Tali saraf vertebrata sering kali dinamankan sum-sum punggung yang dilindungi oleh tulang belakang. Sedangkan kantong insang 337 tersebut hanya terlihat pada saat perkembangan embrio pada sebagian besar vertebrata. Kantong insang pada invertebrata, ikan, dan amfibi berubah menjadi celah insang. Air masuk kedalam mulut dan faring melalui celah insang yang dilengkapi dengan lengkung insang. Pada vertebrata terrestrial, kantong tersebut mengalami perubahan untuk maksud-maksud tertentu (misalnya berkembang menjadi kelenjar timus dan paratiroid). Jika pada masa dewasa tidak ada ditemukan, maka hanya tampak pada masa embrio.
Ciri-cirinya
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). Tubuh vertebrata bertipe simetri bilateral, bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh berupa kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, sebagai berikut:
a. Sistem pencernaan memanjang dari mulut hingga anus.
b. Sistem peredaran darah tertutup.
c. Alat ekskresi berupa ginjal.
d. Alat pernapasan berupa paru-paru ataub insang.
e. Sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri).
f. Sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon.
g. Sistem saraf yang terdiri atas susunan saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan susunan saraf tepi (serabut saraf). Klasifikasi Vertebrata Sub filum vertebrata terbagi atas beberapa kelas, yaitu Pisces (Chondrichthyes, Osteichthyes), Ampibia, Reptilian, Aves, dan Mamalia. 9.3.2.1. Pisces Seluruh anggota kelompok ikan hidup didalam air dan bereproduksi secara ovipar. Biasanya sel telur dan sperma disebarkan didalam air atau sarang. Pada kebanyakan ikan bertulang sejati, fertilisasi dan perkembangan embrio berlangsung diluar tubuh induk betina. Ikan terbagi menjadi beberapa kelas, kelas agnatha 338 (ikan tanpa rahang), kelas gnatostomata (ikan berahang), kelas chondrichthyes (ikan bertulang rawan), kelas osteichthyes (ikan bertulang sejati). Pada bahan kajian ini kita akan membahas tentang Kelas Chondrichthyes dan Kelas Osteichthyes. 9.3.2.1.1. Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) Anggota ikan bertulang rawan (850 spesies) antara lain adalah ikan hiu dan ikan pari. Ikan tersebut memiliki skeleton berupa tulang rawan sebagai pengganti tulang keras. Pada kedua sisi faring terdapat lima hingga tujuh celah insang dan tidak mempunyai tutup insang (operculum). Ikan bertulang rawan memiliki dua tipe sisik, yaitu plakoid dan ganoid. Bagian dalam sisik plakoid disusun oleh bahan tulang dan bagian luarnya disusun oleh bahan email (mirip email gigi manusia). Pada sisik ganoid, bagian dalam disusun oleh bahan tulang dan bagian luarnya dari bahan ganoin. Gigi hiu teratur dalam enam sampai duapuluh baris, tetapi hanya baris pertama dan kedua yang aktif digunakan untuk makan (selebihnya merupakan gigi pengganti). Ikan hiu dan pari mempunyai beberapa indra yang sangat berguna untuk mendapatkan mangsa. Mereka dapat merasakan arus listrik didalam air yang ditimbulkan moleh gerakan otot hewan lainnya, mempunyai gurat sisi, dan mempunyai indra pembau yang sangat tajam. Gurat sisi tersebut berupa rangkaian yang sel peka terhadap
rangsangan tekanan. Tekanan tersebut dapat disebabkan oleh gerakan ikan atu hewan lain yang berenang didekatnya. Kerjasama antara indra pembau dan otak dapat mendeteksi satu tetes darah didalam 115 liter air laut. Ikan hiu terbesar bukanlah predator, namun merupakan hewan
penyaring makanan (filter-freeder). Seekor ikan hiu paus (whale shark) membutuhkan berton-ton crustacean kecil untuk dimakan. Beberapa jenis ikan hiu merupakan predator yang dapat berenang dengan kecepatan tinggi dilaut terbuka. Ikan hiu putih dengan panjang lebih kurang tujuh meter mempunyai hewan buruan tetap berupa lumba-lumba, singa laut, dan anjing laut. Habitat ikan pari adalah dasar laut. Ciri khas ikan pari adalah memiliki sirip pada dada yang lebar mirip sayap. Hewan ini memiliki sengatan listrik hingga 300 volt yang dapat digunakan untuk menangkap mangsa. 9.3.2.1.2. Ikan bertulang sejati (Osteichthyes) Lebih kurang 20 ribu spesies ikan ber tulang sejati mempunyai skeleton dari tulang sejati. Kelompok ini meruoakan vertebrata 339 paling sukses dan beragam. Sifat dan cara hidupnya bermacamacam, antara lain sebagai penyaring makanan ataupun predator. Permukaan tubuh tertutup oleh sisik bertipe sikloid dan stenoid. Ciri-ciri sisik tipe sikloid antara lain adalah bebentuk sirkuler, jika diamati dibawah mikroskop akan tamnpak garis-garis konsentris berjumlah sesuai dengan umurnya, tampak mengilap kebiruan mengandung kristal guanine, dan sel-sel pigmen yang berbentuk bintang, mengandung zat warna hitam (melatonin). Bentuk sirip stenoid mirip dengan siri sikloid, tetapi bagian belakang memiliki gerigi. Ikan bertulang sejati memiliki gelembung renang yaitu kantong
udara yang dapat digunakan untuk mengubah daya apung dan sebagai alat bantu dalam bernafas. Beberapa anggotanya dapat berpindah dari perairan asin ke perairan tawar, misalnya ikan salmon dan belut laut. Pada saat berada di air tawar, ginjal mengeluarkan urin yang sangat encer dan insangnya menyerap garam dari air dengan cara transfor aktif. Selain memiliki endoskeleton, dibagian luar tubuh ikan dilindungi oleh eksoskeleton yang berupa sisik (squama). Dibawah sisik terdapat kulit yang banyak mengandung mukosa. Suhu tubuhnya bergantung pada lingkungan disekitarnya atau bersifat poikiloterm. Hal tersebut dimungkinkan karena ikan belum memiliki organ yang mengatur suhu tubuh.
Pada bagian sisi tubuh terdapat gurat sisi (linea lateralis). Alat ini berfungsi untuk mengetahui perubahan takanan air dan posisinya di dalam air. Ikan juga dilengkapi oleh gelembung renang (vesika natatoria) yang berguna sebagai alat hidrostatis dan membantu dalam proses pernafasan.
Ikan memiliki tiga lubang pengeluaran (muara) didepan sirip dubur belakang. Ketika lubang tersebut (berturut-turut dari arah depan kebelakang) adalah sebagai berikut: anus, merupakan lubang pembuangan sisa makanan porus qeuitelis, merupakan lubang saluran kelamin yang berasal dari gonat porus ekskretorius, merupakn lubang saluran urin. Ikan memiliki tidak hanya memiliki satu sirip. Sirip ikan terdiri atas dua sirip dada, dua sirip perut, satu sirip punggung, satu sirip ekor, dan satu sirip belakang. Ikan telah memiliki saluran dan kelenjar pencernaan makanan. Saluran pencernaan ikan meliputi rongga mulut, faring, 340 kerongkongan (esophagus), lambung, dan usus (intestinum). Didalam rongga mulut terdapat gigi berbentuk kerucut (konus pada rahang), lidah yang tidak dapat digerak-gerakkan dan kelenjar mukosa. Ikan tidak memiliki kelenjar ludah. Usus ikan berbentuk tabung yang berkelok-kelok dan dilengkapi oleh alat penggantung usus (mesentrium) agar dapat dikaitka kedinding punggung. Kelenjar makanan ikan terdiri atas hati, kantong empedu, dan pankreas. Hati (hepar) berfungsi untuk menghasilkan danmenyimpan empedu. Kantong empedu berwarna kehijauan. Kantong tersebut memiliki saluran, duktus sistikus, yang bermuara di lambung. Kantong empedu berfungsi untuk menampung cairan empedu dan mencurahkannya kedalam usus. Di dalam usus, cairan empedu digunakan untuk mencerna lemak. Pankreas bersifat mikroskopi yang berfungsi untuk menghasilkan enzimenzim pencernaan. Sistem ekstresi (pengeluaran urime) dan kelamin ikan bergabung menjadi satu sehingga disebut sistem urogenitalia. Alat ekskresi terdiri atas ginjal (ren), ureter, kantong kemi dan korus ekskretorius. Sepasang ginjal ikan berwarna merah tua, keduanya dihubungkan kekandung kemih melalui ureter. Kandung kemih merupakan
tempat penampung urine dari ureter kanan dan kiri, sedangkan korus ekskretorius merupakan lunbang pengeluaran urine. Kelenjar kelamin (gonad) jantan atau testis dan gonat betina atau ovarium. Testis tersebut berwarna putih dan menghasilkan spermatozoid alat pernafasan utama ikan berupa insang (brankia). Insang terdiri atas lengkung insang (arkus bankialis) dan lembaran insang (hemi brankia) yang mengandung banyak kapiler darah. Lembaran insang yang melekat pada insang disebut holobrankia. Pernafasan pada ikan berlangsung dalam dua fase yaitu fase
inspirasi dan fase ekspirasi. Pada fase inspirasi, oksigenmasuk ke dalam rongga mulut, sedangkan fase ekspirasi udara dilepaskan dari alat pernafasan ke lingkungan sekitarnya. Ikan juga memiliki suatu alat yang digunakan untuk membantu mendapatkan oksigen dari lingkungan, yaitu gelembung renang (vesika natatoria atau pneumatosis). Alat ini berasal dari penonjolan dinding bawah saluran pencernaan (rongga perut) Gelembung renang tersebut memiliki bentuk oval dan berisi oksigen berisi nitrogen dan karbondioksida. Pneumatosisi berguna untuk membantu alat pernafasan atau berfungsi layaknya paru-paru sehingga disebut pulmosit. Selain itu, pneumatosisi juga berfungsi sebagai hidrostatis sehingga ikan dapat mengetahui daya berat badannya 341 di suatu tempat dan menentukan tinggi rendah posisinya di dalam air. Alat peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh arteri dan pembunuh vena. Jantung ikan dibungkus oleh selaput perikardium dan terletak di rongga pericardium. Selain jantung, di dalam rongga perikardium terdapat gelembung renang, ginjal, dan alat reproduksi. Jantungnya beruang dua, yaitu satu atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik). Darah di dalam jantung tidak mengandung oksigen. Darah mengalir melalaui urat nadi kelembaran insang. Di dalam lembaran insang tersebut CO2 di keluarkan dan O 2 diambil dari air. Darah yang mengandung O 2 langsung diedarkan ke berbagai jaringan. Peranan pisces dalam kehidupan manusia Secara umum, banyak jenis ikan yang dimanfaatkan manusia untuk
memenuhi kebutuhan pangan. Selain itu dapat pula dimanfaatkan untuk bahan penelitian, kesenangan dan rekreasi. Sebagai bahan pangan ikan merupakan salah satu sumber protein hewani. Di bidang yang lain, memancing ikan merupakan salah satu jenis olahraga (rekreasi) yang banyak digemari dan memelihara ikan hias di dalam akuarius atau kolam termasuk hobi yang dapat memberi hiburan bagi manusia. 9.3.2.2. Amfibi Hewan amfibi (kelas amphibian) merupakan hewan tetrapoda (berkaki empat), terdiri atas 3900 speses. Penyebaran amfibi pertama adalah pada periode karboniverus dan dikenal sebagai tahun amfibi. Hingga saat ini terdapat tiga kelompok amfibi, yaitu Ordo Anura (contohnya katak dan kodok), Ordo Urodella/Caudata (contohnya, salamander), dan Ordo Apoda/Gymnophiona (contohnya, salamander cacing). Salamander termasuk hewan karnivor, makanannya berupa invertebrata kecil, seperti serangga, siput, keong kecil, maupun cacing. Fertilisasi salamander dilakukan secara internal. Umumnya jantan menghasilkan sel sperma yang mengandung spermatofor yang nantinya akan di tampung oleh hewan betina di dalam kloaka. Kloaka salamander merupakan muara dari saluran urine, genital, dan pencernaan (urogenital). Setelah sel telur betina dibuahi, sel sperma akan dientuk telur. Telur tersebut diletakkan di air atau di darat. 342 Salamander tidak berkaki, sering kali buta, berukuran sebesar cacing dengan panjang 10 cm sampai 1 meter. Hidup terkubur di tanah subur dan makanannya berupa cacing atau invertebrate tanah lainnya. Tubuh dan ekor salamander panjang dan dilengkapi oleh sepasang kaki. Bergerak seperti ikan dengan membentuk huruf S. Katak (misalnya Rana sp) dan kodok (misalnya Bufo sp). Merupakan jenis amfibi tak berekor. Kepala kedua hewan tersebutr bergabung dengan anggota badan belakang yang terspesialisasi untuk melompat. Katak mempunyai kulit yang halus dan kaki yang panjang, hidup di dekat perairan tawar, sedangkan kodok bertubuh gemuk, kulit kasar berbinntil, dan hidup di tempat berlumpur. Amfibi berasal dari bahasa Latin, amphibian=dua kehidupan, maksudnya kelompok hewan tersebut dapat hidup di darat dan di air. Kebanyakan amfibi ke air hanya untuk melangsungkan reproduksi. Fertilisasi secara eksternal, sel sperma membuahi sel telur di luar tubuh amfibi betina. Umumnya telur dilindungi oleh selubung agar-agar dan bercangkang. Pada saat menetas dihasilkan kecebong yang melangsungkan kehidupan di air. Kecebong merupakan larpa akuatik berinsang dan akan bermetamorfosis menjadi dewasa. Hewan dewasa keluar dari perairan dan bernafas dengan paru-paru. Selain di air, beberapa
jenis amfibi mampu bereproduksi di darat. Amfibi mempunyai lidah untuk menangkap mangsa, kelopak mata untuk menjaga kelembaban mata, telinga untuk menangkap gelombang suara, dan laring yang dapat mengeluarkan suara. Otak amfibi lebih luas dibandingkan otak ikan. Alat pernafasan utama amfibi dewasa biasanya berupa paru-paru yang dibantu oleh poripori kulit. Sistem peredaran darahnya adalah system peredaran darah ganda. Pada system peredaran darah tersebut sebagian darah kaya O 2 masih bercampur dengan darah miskin O 2 diventrikel. Jantung amfibi beruang tiga, terdiri atas dua atrium (serambi) dan satu fentrikel (bilik). Kulit amfibi tidak bersisik dan halus, kelembabannya terjaga oleh berbagai kelenjar mukosa. Kulit hewan tersebut berperan dalam menjaga keseimbangan air dan respirasi, membantu mengatur
suhu tubuh ketika berada di darat melalui penguapan, dan melindungi diri dari hewan predator melalaui pengeluaran racun yang terdapat di dalam kelenjar kulit. Meskipun kulit tersebut lembab dan tipis, amfibi tersebut biasanya tetap berada di sekitar tempat berair agar tidak terkena resiko kekeringan. Beberapa amfibi memiliki kemamapuan mimikri dan kulitnya dapat 343 berfluoresen mengeluarkan warna hijau dan merah (khususnya pada katak beracun). Amfibi termasuk hewan poikiioterm (eksoterm: berdarah dingin) sehingga pengaturab suhu tubuhnya bergantung pada lingkungan. Oleh sebab itu, wajar jika amfibi yang hidup di daerah subtropik temeprat menjadi tidak aktif dan tidak bergerak selama musim dingin. Pada umumnya katak yang hidup di benua eropa dapat bertahan pada suhu hingga -60C. Peranan amfibi dalam kehidupan manusia. Dalam rantai makanan, peranan amfibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. Amfibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lain, misalnya ular atau burung. Sebagian orang menjadikan amfibi (misalnya, katak hijau) sebagian makanan untuk memperoleh asupan protein. 9.3.2.3.. Reptil Reptil (bahasa latin reptile=ular) termasuk dalam kelas reptilian dan beranggotakan 6000 speses. Hewan ini diyakini berasal dari perkembangan nenek moyang amfibi pada periode Permian. Reptil mendominasi kehidupan di bumi lebih kurang 170 juta tahun sejak era mesozoik, kemudian kebanyakan diantaranya mati. Reptil adalah vertebrata pertama yang menyesuaikan diri terhadap
kehidupan di tempat yang kering. Reptil memiliki sifat autotomi, yaitu dapat memotong ekornya apabila dalam keadaan bahaya. Sisiknya merupakan eksoskeleton dari zat tanduk yang berasal dari epidermik. Salah satu bentuk penyesuaian hewan terrestrial adalah cara bereproduksi yang tidak bergantung pada air di sekelilingnya. Reptil melakukan fertilisasi secara internal dan menghasilkan telur yang dilindungi oleh cangkang. Telur yang dihasilkan merupakan telur amneotik. Karena mengandung amnion. Amnion merupakan membran embrionik penyelubung embrio yang bermanfaat untuk melindungi embrio dan mengeluarkan limbah nitrogen. Selain itu, membrane tersebut dapat juga berperan dalam menyediakan O2, makanan, dan air untuk embrio. Reptil banyak tersebar di tropik dan subtropik. Reptil air terdiri atas Alligator, buaya, dan kura-kura. Sedangkan kadal dan ular merupakan reptil darat. Reptil terdiri menjadi empat ordo, yaitu Lacertilia, contohnya, cecak, biawak, dan komodo; Opidia, contohnya, ular; Chelonia, contohnya, kura-kura dan penyu; dan Crocodilia, contohnya, buaya dan alligator. 344 Dalam ekosisitem akuatik, buaya dan alligator menduduki tingkat teratas dalam piramida makanan. Makanannya berupa ikan, jurakura, dan beberapa jenis hewan darat. Tubuhnya dilengkapi rahang yang kuat dan ekor berotot yang berguna sebagai senjata dan dayung. Kulitnya terbuat dari zat tanduk. Meski reptil tidak mengeluarkan suara, buaya jantan dan betina mengeluarkan suara untuk menarik perhatian pasangannya. Pada beberapa sepsies reptile, hewan jantan bertugas melindungi telur dan menjaganya untuk waktu tertentu. Kura-kura mempunyai cangkang yang berat. Hewan ini kehilangan gigi, tetapi digantikan oleh paruh yang tajam. Kebanyakan kurakura menghabiskan waktu di dalam air. Kura-kura laut akan meninggalkan laut hanya pada saat bertelur. Kaki kura-kura laut datar mirip dayung sedangkan kaki kura-kura terrestrial umumnya
kuat, berjari, berkuku yang berguna untuk berjalan. Kadal mempunyai empat cakar kaki. Hewan ini merupakan karnivor bagi serangga dan hewan kecil, termasuk jenis kadal lainnya. Iguana yang mendiami kepulauan Galapagos dapat beradaptasi dengan cara menghabiskan waktu di laut karena makanannya berupa vegetasi laut. Bunglon terbiasa hidup di pohon, dilengkapi oleh lidah yang lengket dan panjang untuk menangkap serangga dari jarak jauh. Kadal mempunyai kemampuan mimikri, warna kulitnya dapat berubah tersamar dengan lingkungannya. Kadal bereproduksi secara ovovivivar. Ular berasal dari kadal yang kehilangan kaki karena adaptasinya untuk membuat liang. Hewan ini tidak mempunyai anggota tubuh dan bergerak dengan otot perut. Rusuknya banyak, tetapi tidak mempunyai tulang dada. Ular merupakan karnivor dan mempunyai rahang yang melekat secara kendur di tengkorak. Hal tersebut menyebabkan ular dapat menelan mangsa yang lebih besar
dibandingkan ukuran kepalanya. Lidah ular yang terjulur dapat mengumpulkan molekul-molekul yang terkandung di dalam udara dan mengirimkannya ke organ Jacobson untuk diperiksa. Organ ini merupakan organ yang terletak di atap rongga mulut dan berperan sebagai organ olfaktori untuk menciumi bahan kimia yang terkandung di udara. Proses pencernaan makanan berlangsung lama. Sebagian besar ular tidak beracun. Pada ular beracun terdapat taring yang dapat merobek dan menginveksikan racun (bisa). Tairng ular berbisa tidak dapat dilipat. Ular merupakan hewan ovivar. Reptil mempunyai kulit berkeratin yang tebal, bersisik, dan impermiabel terhadap air. Keratin merupakan bahan protein yang 345 ditemukan di rambut, kuku jari, dan bulu. Kulit akan melindungi ular dari kehilangan air danmengalami beberapa kali pergantian dalam setahun (kornifikasi). Paru-paru reptile telah mengalami perkembangan yang baik dan mampu bergerak secara ritmik sesuai kembang kempis sangkar tulang rusuk. Pada umumnya jantung reptil memiliki empat ruang yang belum  sempurna, kecuali jantung pada buaya yang sudah sempurna. Meski demikian, darah miskin O2 telah terpisah sepenuhnya dari darah kaya O2. Ginjal mengekskresi asam urik, limbah nitrogen yang dihasilkan dibuang bersama air. Reptil termasuk hewan eksoteron. Dalam adaptasi tingkah laku, kehangatan suhu tubuh diperoleh dengan cara berjemur diri. Peranan reptil dalam kehidupan manusia Reptil banyak dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan, obat-obatan, hiasan atau sandang. Misalnya, telur penyu dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi manusia. Sebagian orang meyakini bahwa darah dan bias ular dapat digunakan sebagai obat. Untuk keperluan sandang, kulit buaya banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tas atau sepatu. Bagi petani, kehadiran ular atau kadal sangat penting untuk mengontrol populasi hama tikus. 9.3.2.4. Aves Burung termasuk dalam kelas aves dan beranggotakan lebih kurang 9000 spesies. Meski burung tidak mempunyai gigi dan hanya memiliki ekor, hewan ini mempunyai kesamaan ciri dengan reptil, seperti bentuk tubuh, sisik kaki, paruh yang keras dan termasuk hewan ovivar yang menghasilkan telur amniotik bercangkang keras. Klasifikasi burung berdasarkan tipe paruh, habitat dan tingkah laku. Keberagaman terlihat dari beragamnya ordo, antara lain burung
pemburu yang memiliki paruh menukik dan cakar tajam, burung pantai yang memiliki paruh yang ramping dan tajam serta tungkai yang panjang, burung pelatuk yang berparuh seperti pahat dengan tipe kaki penggenggam, burung air yang mempunyai jari bersirip dan paruh lebar, penguin yang memodifikasi sayap seperti dayung, dan burung pengicau yang memiliki tipe kaki untuk bertengger. Burung adalah satu-satunya hewan modern yang berbulu. Bulu tersebut merupakan modifikasi dari sisik reptile. Ada dua jenis bulu, yaitu bulu terbang dan bulu bawah yang berguna untuk menghalangi hilangnya panas tubuh. Hal tersebut penting karena 346 burung termasuk hewan homeoterm yaitu hewan yang memelihara suhu konstan dan relative tetap tinggi. Sehingga tetap dapat aktif walau cuaca dingin. Berdasarkan susunan anatominya, bulu dapat
dibagi menjadi tiga macam yaitu:

(a). Plumae, merupakan bulu yang memberi dasar bentuk tubuh yang berada pada sayap dan ekor, berfungsi untuk terbang.

(b). Plamulae, bulu      yang terdapat pada burung yang masih muda dan pada burung yang sedang mengerami telur, berfungsi sebagai isolator (misalnya, suhu).

(c). Filoplumae, bulu yang memiliki rambut. Bulu tersebbut tumbuh di seluruh permukaan tubuh. Berfungsi sebagai sensor. Tubuh burung tidak sepenuhnya ditumbuhi oleh bulu. Sebagian permukaan kulit yang tidak berbulu disebut apteria sedangkan yang berbuku disebut pterilae.
Bentuk dan struktur tubuh burung sering dihubungkan dengan kemampuannya untuk terbang. Hal demikian berkaitan dengan dimilkinya tulang berronga udara yang sangat ringan. Paruh dapat meggantikan fungsi rahang serta mempunyai leher ramping, tulang dada burung agak luas sesuai untuk penyeimbang tubuh dan dilengkapi oleh otot yang kuat untuk terbang. Otot memperoleh energi melalui oksidasi di dalam tubuh. Oksigen tersebut mengalir satu arah melalui kantong udara (hawa) dan paru-paru. Fungsi kantong hawa (saccus pneumaticus) antara lain untuk membantu pernafasan ketika terbang, membungkus organ dalam agar tidak kedinginan, mencegah hilangnya panas terlalu banyak, mengatur
berat jenis tubuh ketika berenang. Dan membantu memperkeras suara. Sistem peredaran darah ganda pad burung sudah lebih sempurna karena jantungnya terdiri atas empat ruang dan darah yang kaya O2 sudah terpisah dari darah miskin O2. Kemampuan terbang burung didukung oleh indra dan sistem saraf yang telah berkembang dengan baik. Daya penglihatan burung sangat kuat dan memiliki refleks otot yang sangat baik. Adanya kemampuan terbang menyebabkan hewan ini dapat bermigrasi dan mencari sumber makanan hingga jauh dari habitat aslinya. Salauran pencernaan burung terdiri atas paruh, rongga mulut, taring esophagus, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Tembolok merupakan pelebaran dari esophagus


  • Ramalan Hari Ini
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More