Klasifikasi
Arachoinidea
a). Ordo
Scorpionida
Meliputi
segala macam golongan kala. Abdomannyabersegman dan panjang, pada segmen
terahir berubah bentuk menjadi alat sengat. Memiliki pedipalpus, berbentuk
sebagai catut besar dan kelisera yang kecil. Contoh: Thelyphobnus sp. (kala
jengking) dan Bhutus afer(ketungging).
b). Ordo
Araneae
Meliputi
bangsa laba-laba. Abdomennya tidak bersegmen. Pada bagian ventral abdomen dan
didepan anusnya terdapat alat yang mengelurkan benang sutra yang berguna untuk
membuat jaring-jaring. Alat tersebut yangt disebut spineret, benang-benang yang
dikeluarkan untuk membuat sarang sekaligus sebagai jaring penangkap mengsanya.
Selain itu, berguna untruk membentuk kokon. Contoh: Heteropoda venatoria
(laba-laba pemburu). Nephila maculate, dan Gastera sp. (laba-laba duri).
c). Ordo
Acarina
Meliputi
jenis yang merupakan parasit dan merugikan manusia. Misalnya tugau atau caplak.
Tubuh berukuran kecil dan tidak bersegmen-segmen. Abdomennya bersatu dengan
sefalotoraks. Semua anggota acarina bernapas melalui seluruh permukaan
tubuhnya. Ilmu yang khusus mempelajari caplak disebut Acarologi. Contoh:
Sarcoptes sp. (caplak penyebab penyakit kudis), Dermacentor sp. (caplak
pengisap darah mamalia atau manusia), dan Tetranychus sp. 9.3.1.4.4. Kelas
Chilopoda Anggota chilopoda ini sering disebut hewan berkaki seratus atau
sentipeda.
Bentuk tubuhnya pipih memanjang serta bersegmensegmen. Pada setiap segmen
terdapat sepasang kaki, kecuali pada segmen di elakang kepala. Pada bagian
tersebut terdapat cakar racun yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Cakar
tersebut dinamakan, pedes maksilaris. Chilopoda hidup didarat atau dibawah
batuan. Hidup sebagai hwan buas (karnivora) yang dapat bergerak cepat dengan
menggunakan kaki yang banyak. Alat pernapasannya berupa trakea yang
bercabang-cabnang keseluruh bagian tubuh. Lubang trakea terdapat pada tiap-tiap
segmen . alat
ekskresinya berupa saluran malpigi. Pada bagian kepala chilopoda terdapat
antenna panjang. Alat pencernaannya berkembang baik. Makanannya berupa
binatang-binatang kecil (misalnya insekta, cacing dan moluska). Chilopoda
memiliki 336 rahang yang kuat dan gigitan yang berbisa. Mereka bereproduksi
secara kawin dengan pembuahan secara internal. Telur yang telah dibuahi
diletakkan dibawah batuan yang ditempati. Contoh: Scolopendra gipas (kelabang
atau lipan) dan Lithobius forficatus (kelabang yang beracun berbahaya). Anggota kelas diplopoda sering disebut hewan
berkaki seribu atau millepeda. Seperti anggota sentipeda, kelompok hewan ini
juga memiliki banyak segmen . bentuk tubuhnya bulat panjang (silindris) dan
beberapa segmen tubuh menyatu. Pada setiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang
kaki. Hidup ditempattempat gelap dan lembab, biasanya hidup sebagai herbivora.
Makanan utamanya berupa tumbuh-tumbuhan yang membusuk.
Pada kepala
terdapat mulut dan sepasang antenna. Pada antena terdapat rambut-rambut
olfaktori (penciuman) dan sepasang kelenjar yang bermuara sebelah lateral.
Mereka memiliki mata yang masih sederhana. Alat pernapasannya adalah berupa
trakea yang tidak bercabangcabang.
Memiliki
jantung berupa suatu pembuluh dengan ostia disebelah lateral. Alat ekskresinya
berupa pembuluh malpigi. Gerakan hewan ini sangat lambat. Beberapa jenis
diantaranya dapat menggulung diri dalam bentuk seperti spiral atau bola. Alat
kelaminnya terpisah dan bereproduksi secara kawin. Telur biasanya diletakkan
ditanah yang lembap. Pada hewan jantan dua pasang kaki disegmen ketujuh
mengalami modifikasi membentuk alat kopulasi (alat kawin). 9.3.2. Vertebrata
Filum Chordata memiliki anggota sekitar 45.000 spesies. Sebagian besar
diantaranya masuk dalam kelompok hewan vertebrata (lebih kurang 43.700
spesies), sedangkan sisanya adalah invertebrata. Anggota filum ini paling
sukses hidupnya, mereka dapat beradaptasi di lingkungan terestial maupun
akuatik, termasuk laut. Chordate mempunyai empat ciri pokok yang
muncul pada
suatu masa disepanjang hidupnya, yaitu: bagian punggung (dorsal) disokong oleh
batang lentur bernama notokorda. notokorda tersebut terbentuk didalam embrio
dari lapisan mesoderm dorsal. Letaknya tepat dibawah batang saraf dorsal
(punggung) yang mengandung kanal berisi cairan. Tali saraf vertebrata sering
kali dinamankan sum-sum punggung yang dilindungi oleh tulang belakang.
Sedangkan kantong insang 337 tersebut hanya terlihat pada saat perkembangan
embrio pada sebagian besar vertebrata. Kantong insang pada invertebrata, ikan,
dan amfibi berubah menjadi celah insang. Air masuk kedalam mulut dan faring
melalui celah insang yang dilengkapi dengan lengkung insang. Pada vertebrata
terrestrial, kantong tersebut mengalami perubahan untuk maksud-maksud tertentu
(misalnya berkembang menjadi kelenjar timus dan paratiroid). Jika pada masa
dewasa tidak ada ditemukan, maka hanya tampak pada masa embrio.
Ciri-cirinya
Vertebrata
adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal
dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis).
Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan
mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang
belakang (vertebrae). Tubuh vertebrata bertipe simetri bilateral, bagian organ
dalam dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak
dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh berupa
kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam).
Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat didalam
suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap,
sebagai berikut:
a. Sistem
pencernaan memanjang dari mulut hingga anus.
b. Sistem
peredaran darah tertutup.
c. Alat
ekskresi berupa ginjal.
d. Alat
pernapasan berupa paru-paru ataub insang.
e. Sepasang
alat reproduksi (kanan dan kiri).
f. Sistem endokrin
yang berfungsi menghasilkan hormon.
g. Sistem
saraf yang terdiri atas susunan saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang)
dan susunan saraf tepi (serabut saraf). Klasifikasi Vertebrata Sub filum
vertebrata terbagi atas beberapa kelas, yaitu Pisces (Chondrichthyes,
Osteichthyes), Ampibia, Reptilian, Aves, dan Mamalia. 9.3.2.1. Pisces Seluruh
anggota kelompok ikan hidup didalam air dan bereproduksi secara ovipar.
Biasanya sel telur dan sperma disebarkan didalam air atau sarang. Pada
kebanyakan ikan bertulang sejati, fertilisasi dan perkembangan embrio
berlangsung diluar tubuh induk betina. Ikan terbagi menjadi beberapa kelas,
kelas agnatha 338 (ikan tanpa rahang), kelas gnatostomata (ikan berahang),
kelas chondrichthyes (ikan bertulang rawan), kelas osteichthyes (ikan bertulang
sejati). Pada bahan kajian ini kita akan membahas tentang Kelas Chondrichthyes
dan Kelas Osteichthyes. 9.3.2.1.1. Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes)
Anggota ikan bertulang rawan (850 spesies) antara lain adalah ikan hiu dan ikan
pari. Ikan tersebut memiliki skeleton berupa tulang rawan sebagai pengganti
tulang keras. Pada kedua sisi faring terdapat lima hingga tujuh celah insang
dan tidak mempunyai tutup insang (operculum). Ikan bertulang rawan memiliki dua
tipe sisik, yaitu plakoid dan ganoid. Bagian dalam sisik plakoid disusun oleh
bahan tulang dan bagian luarnya disusun oleh bahan email (mirip email gigi
manusia). Pada sisik ganoid, bagian dalam disusun oleh bahan tulang dan bagian
luarnya dari bahan ganoin. Gigi hiu teratur dalam enam sampai duapuluh baris,
tetapi hanya baris pertama dan kedua yang aktif digunakan untuk makan
(selebihnya merupakan gigi pengganti). Ikan hiu dan pari mempunyai beberapa
indra yang sangat berguna untuk mendapatkan mangsa. Mereka dapat merasakan arus
listrik didalam air yang ditimbulkan moleh gerakan otot hewan lainnya,
mempunyai gurat sisi, dan mempunyai indra pembau yang sangat tajam. Gurat sisi
tersebut berupa rangkaian yang sel peka terhadap
rangsangan
tekanan. Tekanan tersebut dapat disebabkan oleh gerakan ikan atu hewan lain
yang berenang didekatnya. Kerjasama antara indra pembau dan otak dapat
mendeteksi satu tetes darah didalam 115 liter air laut. Ikan hiu terbesar
bukanlah predator, namun merupakan hewan
penyaring
makanan (filter-freeder). Seekor ikan hiu paus (whale shark) membutuhkan
berton-ton crustacean kecil untuk dimakan. Beberapa jenis ikan hiu merupakan
predator yang dapat berenang dengan kecepatan tinggi dilaut terbuka. Ikan hiu
putih dengan panjang lebih kurang tujuh meter mempunyai hewan buruan tetap
berupa lumba-lumba, singa laut, dan anjing laut. Habitat ikan pari adalah dasar
laut. Ciri khas ikan pari adalah memiliki sirip pada dada yang lebar mirip
sayap. Hewan ini memiliki sengatan listrik hingga 300 volt yang dapat digunakan
untuk menangkap mangsa. 9.3.2.1.2. Ikan bertulang sejati (Osteichthyes) Lebih
kurang 20 ribu spesies ikan ber tulang sejati mempunyai skeleton dari tulang
sejati. Kelompok ini meruoakan vertebrata 339 paling sukses dan beragam. Sifat
dan cara hidupnya bermacamacam, antara lain sebagai penyaring makanan ataupun
predator. Permukaan tubuh tertutup oleh sisik bertipe sikloid dan stenoid.
Ciri-ciri sisik tipe sikloid antara lain adalah bebentuk sirkuler, jika diamati
dibawah mikroskop akan tamnpak garis-garis konsentris berjumlah sesuai dengan
umurnya, tampak mengilap kebiruan mengandung kristal guanine, dan sel-sel
pigmen yang berbentuk bintang, mengandung zat warna hitam (melatonin). Bentuk
sirip stenoid mirip dengan siri sikloid, tetapi bagian belakang memiliki
gerigi. Ikan bertulang sejati memiliki gelembung renang yaitu kantong
udara yang
dapat digunakan untuk mengubah daya apung dan sebagai alat bantu dalam
bernafas. Beberapa anggotanya dapat berpindah dari perairan asin ke perairan
tawar, misalnya ikan salmon dan belut laut. Pada saat berada di air tawar,
ginjal mengeluarkan urin yang sangat encer dan insangnya menyerap garam dari
air dengan cara transfor aktif. Selain memiliki endoskeleton, dibagian luar
tubuh ikan dilindungi oleh eksoskeleton yang berupa sisik (squama). Dibawah
sisik terdapat kulit yang banyak mengandung mukosa. Suhu tubuhnya bergantung
pada lingkungan disekitarnya atau bersifat poikiloterm. Hal tersebut
dimungkinkan karena ikan belum memiliki organ yang mengatur suhu tubuh.
Pada bagian
sisi tubuh terdapat gurat sisi (linea lateralis). Alat ini berfungsi untuk
mengetahui perubahan takanan air dan posisinya di dalam air. Ikan juga
dilengkapi oleh gelembung renang (vesika natatoria) yang berguna sebagai alat
hidrostatis dan membantu dalam proses pernafasan.
Ikan memiliki
tiga lubang pengeluaran (muara) didepan sirip dubur belakang. Ketika lubang
tersebut (berturut-turut dari arah depan kebelakang) adalah sebagai berikut:
anus, merupakan lubang pembuangan sisa makanan porus qeuitelis, merupakan lubang
saluran kelamin yang berasal dari gonat porus ekskretorius, merupakn lubang
saluran urin. Ikan memiliki tidak hanya memiliki satu sirip. Sirip ikan terdiri
atas dua sirip dada, dua sirip perut, satu sirip punggung, satu sirip ekor, dan
satu sirip belakang. Ikan telah memiliki saluran dan kelenjar pencernaan
makanan. Saluran pencernaan ikan meliputi rongga mulut, faring, 340
kerongkongan (esophagus), lambung, dan usus (intestinum). Didalam rongga mulut
terdapat gigi berbentuk kerucut (konus pada rahang), lidah yang tidak dapat
digerak-gerakkan dan kelenjar mukosa. Ikan tidak memiliki kelenjar ludah. Usus
ikan berbentuk tabung yang berkelok-kelok dan dilengkapi oleh alat penggantung
usus (mesentrium) agar dapat dikaitka kedinding punggung. Kelenjar makanan ikan
terdiri atas hati, kantong empedu, dan pankreas. Hati (hepar) berfungsi untuk
menghasilkan danmenyimpan empedu. Kantong empedu berwarna kehijauan. Kantong
tersebut memiliki saluran, duktus sistikus, yang bermuara di lambung. Kantong
empedu berfungsi untuk menampung cairan empedu dan mencurahkannya kedalam usus.
Di dalam usus, cairan empedu digunakan untuk mencerna lemak. Pankreas bersifat
mikroskopi yang berfungsi untuk menghasilkan enzimenzim pencernaan. Sistem
ekstresi (pengeluaran urime) dan kelamin ikan bergabung menjadi satu sehingga
disebut sistem urogenitalia. Alat ekskresi terdiri atas ginjal (ren), ureter,
kantong kemi dan korus ekskretorius. Sepasang ginjal ikan berwarna merah tua,
keduanya dihubungkan kekandung kemih melalui ureter. Kandung kemih merupakan
tempat
penampung urine dari ureter kanan dan kiri, sedangkan korus ekskretorius
merupakan lunbang pengeluaran urine. Kelenjar kelamin (gonad) jantan atau
testis dan gonat betina atau ovarium. Testis tersebut berwarna putih dan
menghasilkan spermatozoid alat pernafasan utama ikan berupa insang (brankia).
Insang terdiri atas lengkung insang (arkus bankialis) dan lembaran insang (hemi
brankia) yang mengandung banyak kapiler darah. Lembaran insang yang melekat
pada insang disebut holobrankia. Pernafasan pada ikan berlangsung dalam dua
fase yaitu fase
inspirasi dan
fase ekspirasi. Pada fase inspirasi, oksigenmasuk ke dalam rongga mulut,
sedangkan fase ekspirasi udara dilepaskan dari alat pernafasan ke lingkungan
sekitarnya. Ikan juga memiliki suatu alat yang digunakan untuk membantu
mendapatkan oksigen dari lingkungan, yaitu gelembung renang (vesika natatoria
atau pneumatosis). Alat ini berasal dari penonjolan dinding bawah saluran
pencernaan (rongga perut) Gelembung renang tersebut memiliki bentuk oval dan
berisi oksigen berisi nitrogen dan karbondioksida. Pneumatosisi berguna untuk
membantu alat pernafasan atau berfungsi layaknya paru-paru sehingga disebut
pulmosit. Selain itu, pneumatosisi juga berfungsi sebagai hidrostatis sehingga
ikan dapat mengetahui daya berat badannya 341 di suatu tempat dan menentukan
tinggi rendah posisinya di dalam air. Alat peredaran darah terdiri atas
jantung, pembuluh arteri dan pembunuh vena. Jantung ikan dibungkus oleh selaput
perikardium dan terletak di rongga pericardium. Selain jantung, di dalam rongga
perikardium terdapat gelembung renang, ginjal, dan alat reproduksi. Jantungnya
beruang dua, yaitu satu atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik). Darah di
dalam jantung tidak mengandung oksigen. Darah mengalir melalaui urat nadi
kelembaran insang. Di dalam lembaran insang tersebut CO2 di keluarkan dan O 2
diambil dari air. Darah yang mengandung O 2 langsung diedarkan ke berbagai
jaringan. Peranan pisces dalam kehidupan manusia Secara umum, banyak jenis ikan
yang dimanfaatkan manusia untuk
memenuhi
kebutuhan pangan. Selain itu dapat pula dimanfaatkan untuk bahan penelitian,
kesenangan dan rekreasi. Sebagai bahan pangan ikan merupakan salah satu sumber
protein hewani. Di bidang yang lain, memancing ikan merupakan salah satu jenis
olahraga (rekreasi) yang banyak digemari dan memelihara ikan hias di dalam
akuarius atau kolam termasuk hobi yang dapat memberi hiburan bagi manusia.
9.3.2.2. Amfibi Hewan amfibi (kelas amphibian) merupakan hewan tetrapoda
(berkaki empat), terdiri atas 3900 speses. Penyebaran amfibi pertama adalah
pada periode karboniverus dan dikenal sebagai tahun amfibi. Hingga saat ini
terdapat tiga kelompok amfibi, yaitu Ordo Anura (contohnya katak dan kodok),
Ordo Urodella/Caudata (contohnya, salamander), dan Ordo Apoda/Gymnophiona
(contohnya, salamander cacing). Salamander termasuk hewan karnivor, makanannya
berupa invertebrata kecil, seperti serangga, siput, keong kecil, maupun cacing.
Fertilisasi salamander dilakukan secara internal. Umumnya jantan menghasilkan
sel sperma yang mengandung spermatofor yang nantinya akan di tampung oleh hewan
betina di dalam kloaka. Kloaka salamander merupakan muara dari saluran urine,
genital, dan pencernaan (urogenital). Setelah sel telur betina dibuahi, sel
sperma akan dientuk telur. Telur tersebut diletakkan di air atau di darat. 342
Salamander tidak berkaki, sering kali buta, berukuran sebesar cacing dengan
panjang 10 cm sampai 1 meter. Hidup terkubur di tanah subur dan makanannya
berupa cacing atau invertebrate tanah lainnya. Tubuh dan ekor salamander
panjang dan dilengkapi oleh sepasang kaki. Bergerak seperti ikan dengan
membentuk huruf S. Katak (misalnya Rana sp) dan kodok (misalnya Bufo sp).
Merupakan jenis amfibi tak berekor. Kepala kedua hewan tersebutr bergabung
dengan anggota badan belakang yang terspesialisasi untuk melompat. Katak
mempunyai kulit yang halus dan kaki yang panjang, hidup di dekat perairan
tawar, sedangkan kodok bertubuh gemuk, kulit kasar berbinntil, dan hidup di
tempat berlumpur. Amfibi berasal dari bahasa Latin, amphibian=dua kehidupan,
maksudnya kelompok hewan tersebut dapat hidup di darat dan di air. Kebanyakan
amfibi ke air hanya untuk melangsungkan reproduksi. Fertilisasi secara
eksternal, sel sperma membuahi sel telur di luar tubuh amfibi betina. Umumnya
telur dilindungi oleh selubung agar-agar dan bercangkang. Pada saat menetas
dihasilkan kecebong yang melangsungkan kehidupan di air. Kecebong merupakan
larpa akuatik berinsang dan akan bermetamorfosis menjadi dewasa. Hewan dewasa
keluar dari perairan dan bernafas dengan paru-paru. Selain di air, beberapa
jenis amfibi
mampu bereproduksi di darat. Amfibi mempunyai lidah untuk menangkap mangsa,
kelopak mata untuk menjaga kelembaban mata, telinga untuk menangkap gelombang
suara, dan laring yang dapat mengeluarkan suara. Otak amfibi lebih luas
dibandingkan otak ikan. Alat pernafasan utama amfibi dewasa biasanya berupa
paru-paru yang dibantu oleh poripori kulit. Sistem peredaran darahnya adalah
system peredaran darah ganda. Pada system peredaran darah tersebut sebagian
darah kaya O 2 masih bercampur dengan darah miskin O 2 diventrikel. Jantung
amfibi beruang tiga, terdiri atas dua atrium (serambi) dan satu fentrikel
(bilik). Kulit amfibi tidak bersisik dan halus, kelembabannya terjaga oleh
berbagai kelenjar mukosa. Kulit hewan tersebut berperan dalam menjaga
keseimbangan air dan respirasi, membantu mengatur
suhu tubuh
ketika berada di darat melalui penguapan, dan melindungi diri dari hewan
predator melalaui pengeluaran racun yang terdapat di dalam kelenjar kulit.
Meskipun kulit tersebut lembab dan tipis, amfibi tersebut biasanya tetap berada
di sekitar tempat berair agar tidak terkena resiko kekeringan. Beberapa amfibi
memiliki kemamapuan mimikri dan kulitnya dapat 343 berfluoresen mengeluarkan
warna hijau dan merah (khususnya pada katak beracun). Amfibi termasuk hewan
poikiioterm (eksoterm: berdarah dingin) sehingga pengaturab suhu tubuhnya
bergantung pada lingkungan. Oleh sebab itu, wajar jika amfibi yang hidup di
daerah subtropik temeprat menjadi tidak aktif dan tidak bergerak selama musim
dingin. Pada umumnya katak yang hidup di benua eropa dapat bertahan pada suhu
hingga -60C. Peranan amfibi dalam kehidupan manusia. Dalam rantai makanan,
peranan amfibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. Amfibi juga
merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lain, misalnya ular atau burung.
Sebagian orang menjadikan amfibi (misalnya, katak hijau) sebagian makanan untuk
memperoleh asupan protein. 9.3.2.3.. Reptil Reptil (bahasa latin reptile=ular)
termasuk dalam kelas reptilian dan beranggotakan 6000 speses. Hewan ini
diyakini berasal dari perkembangan nenek moyang amfibi pada periode Permian.
Reptil mendominasi kehidupan di bumi lebih kurang 170 juta tahun sejak era
mesozoik, kemudian kebanyakan diantaranya mati. Reptil adalah vertebrata
pertama yang menyesuaikan diri terhadap
kehidupan di
tempat yang kering. Reptil memiliki sifat autotomi, yaitu dapat memotong
ekornya apabila dalam keadaan bahaya. Sisiknya merupakan eksoskeleton dari zat
tanduk yang berasal dari epidermik. Salah satu bentuk penyesuaian hewan
terrestrial adalah cara bereproduksi yang tidak bergantung pada air di
sekelilingnya. Reptil melakukan fertilisasi secara internal dan menghasilkan
telur yang dilindungi oleh cangkang. Telur yang dihasilkan merupakan telur
amneotik. Karena mengandung amnion. Amnion merupakan membran embrionik
penyelubung embrio yang bermanfaat untuk melindungi embrio dan mengeluarkan
limbah nitrogen. Selain itu, membrane tersebut dapat juga berperan dalam
menyediakan O2, makanan, dan air untuk embrio. Reptil banyak tersebar di tropik
dan subtropik. Reptil air terdiri atas Alligator, buaya, dan kura-kura.
Sedangkan kadal dan ular merupakan reptil darat. Reptil terdiri menjadi empat
ordo, yaitu Lacertilia, contohnya, cecak, biawak, dan komodo; Opidia,
contohnya, ular; Chelonia, contohnya, kura-kura dan penyu; dan Crocodilia,
contohnya, buaya dan alligator. 344 Dalam ekosisitem akuatik, buaya dan
alligator menduduki tingkat teratas dalam piramida makanan. Makanannya berupa ikan,
jurakura, dan beberapa jenis hewan darat. Tubuhnya dilengkapi rahang yang kuat
dan ekor berotot yang berguna sebagai senjata dan dayung. Kulitnya terbuat dari
zat tanduk. Meski reptil tidak mengeluarkan suara, buaya jantan dan betina
mengeluarkan suara untuk menarik perhatian pasangannya. Pada beberapa sepsies
reptile, hewan jantan bertugas melindungi telur dan menjaganya untuk waktu
tertentu. Kura-kura mempunyai cangkang yang berat. Hewan ini kehilangan gigi,
tetapi digantikan oleh paruh yang tajam. Kebanyakan kurakura menghabiskan waktu
di dalam air. Kura-kura laut akan meninggalkan laut hanya pada saat bertelur.
Kaki kura-kura laut datar mirip dayung sedangkan kaki kura-kura terrestrial
umumnya
kuat,
berjari, berkuku yang berguna untuk berjalan. Kadal mempunyai empat cakar kaki.
Hewan ini merupakan karnivor bagi serangga dan hewan kecil, termasuk jenis
kadal lainnya. Iguana yang mendiami kepulauan Galapagos dapat beradaptasi
dengan cara menghabiskan waktu di laut karena makanannya berupa vegetasi laut.
Bunglon terbiasa hidup di pohon, dilengkapi oleh lidah yang lengket dan panjang
untuk menangkap serangga dari jarak jauh. Kadal mempunyai kemampuan mimikri,
warna kulitnya dapat berubah tersamar dengan lingkungannya. Kadal bereproduksi
secara ovovivivar. Ular berasal dari kadal yang kehilangan kaki karena
adaptasinya untuk membuat liang. Hewan ini tidak mempunyai anggota tubuh dan
bergerak dengan otot perut. Rusuknya banyak, tetapi tidak mempunyai tulang
dada. Ular merupakan karnivor dan mempunyai rahang yang melekat secara kendur
di tengkorak. Hal tersebut menyebabkan ular dapat menelan mangsa yang lebih
besar
dibandingkan
ukuran kepalanya. Lidah ular yang terjulur dapat mengumpulkan molekul-molekul
yang terkandung di dalam udara dan mengirimkannya ke organ Jacobson untuk
diperiksa. Organ ini merupakan organ yang terletak di atap rongga mulut dan
berperan sebagai organ olfaktori untuk menciumi bahan kimia yang terkandung di
udara. Proses pencernaan makanan berlangsung lama. Sebagian besar ular tidak
beracun. Pada ular beracun terdapat taring yang dapat merobek dan
menginveksikan racun (bisa). Tairng ular berbisa tidak dapat dilipat. Ular
merupakan hewan ovivar. Reptil mempunyai kulit berkeratin yang tebal, bersisik,
dan impermiabel terhadap air. Keratin merupakan bahan protein yang 345
ditemukan di rambut, kuku jari, dan bulu. Kulit akan melindungi ular dari
kehilangan air danmengalami beberapa kali pergantian dalam setahun
(kornifikasi). Paru-paru reptile telah mengalami perkembangan yang baik dan
mampu bergerak secara ritmik sesuai kembang kempis sangkar tulang rusuk. Pada
umumnya jantung reptil memiliki empat ruang yang belum sempurna, kecuali jantung pada buaya yang
sudah sempurna. Meski demikian, darah miskin O2 telah terpisah sepenuhnya dari
darah kaya O2. Ginjal mengekskresi asam urik, limbah nitrogen yang dihasilkan
dibuang bersama air. Reptil termasuk hewan eksoteron. Dalam adaptasi tingkah
laku, kehangatan suhu tubuh diperoleh dengan cara berjemur diri. Peranan reptil
dalam kehidupan manusia Reptil banyak dimanfaatkan manusia sebagai bahan
makanan, obat-obatan, hiasan atau sandang. Misalnya, telur penyu dapat
dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi manusia. Sebagian orang meyakini bahwa
darah dan bias ular dapat digunakan sebagai obat. Untuk keperluan sandang,
kulit buaya banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tas atau sepatu. Bagi
petani, kehadiran ular atau kadal sangat penting untuk mengontrol populasi hama
tikus. 9.3.2.4. Aves Burung termasuk dalam kelas aves dan beranggotakan lebih
kurang 9000 spesies. Meski burung tidak mempunyai gigi dan hanya memiliki ekor,
hewan ini mempunyai kesamaan ciri dengan reptil, seperti bentuk tubuh, sisik
kaki, paruh yang keras dan termasuk hewan ovivar yang menghasilkan telur
amniotik bercangkang keras. Klasifikasi burung berdasarkan tipe paruh, habitat
dan tingkah laku. Keberagaman terlihat dari beragamnya ordo, antara lain burung
pemburu yang
memiliki paruh menukik dan cakar tajam, burung pantai yang memiliki paruh yang
ramping dan tajam serta tungkai yang panjang, burung pelatuk yang berparuh
seperti pahat dengan tipe kaki penggenggam, burung air yang mempunyai jari
bersirip dan paruh lebar, penguin yang memodifikasi sayap seperti dayung, dan
burung pengicau yang memiliki tipe kaki untuk bertengger. Burung adalah
satu-satunya hewan modern yang berbulu. Bulu tersebut merupakan modifikasi dari
sisik reptile. Ada dua jenis bulu, yaitu bulu terbang dan bulu bawah yang
berguna untuk menghalangi hilangnya panas tubuh. Hal tersebut penting karena
346 burung termasuk hewan homeoterm yaitu hewan yang memelihara suhu konstan
dan relative tetap tinggi. Sehingga tetap dapat aktif walau cuaca dingin.
Berdasarkan susunan anatominya, bulu dapat
dibagi
menjadi tiga macam yaitu:
(a). Plumae,
merupakan bulu yang memberi dasar bentuk tubuh yang berada pada sayap dan ekor,
berfungsi untuk terbang.
(b).
Plamulae, bulu yang terdapat pada
burung yang masih muda dan pada burung yang sedang mengerami telur, berfungsi
sebagai isolator (misalnya, suhu).
(c).
Filoplumae, bulu yang memiliki rambut. Bulu tersebbut tumbuh di seluruh
permukaan tubuh. Berfungsi sebagai sensor. Tubuh burung tidak sepenuhnya
ditumbuhi oleh bulu. Sebagian permukaan kulit yang tidak berbulu disebut
apteria sedangkan yang berbuku disebut pterilae.
Bentuk dan
struktur tubuh burung sering dihubungkan dengan kemampuannya untuk terbang. Hal
demikian berkaitan dengan dimilkinya tulang berronga udara yang sangat ringan.
Paruh dapat meggantikan fungsi rahang serta mempunyai leher ramping, tulang
dada burung agak luas sesuai untuk penyeimbang tubuh dan dilengkapi oleh otot
yang kuat untuk terbang. Otot memperoleh energi melalui oksidasi di dalam
tubuh. Oksigen tersebut mengalir satu arah melalui kantong udara (hawa) dan
paru-paru. Fungsi kantong hawa (saccus pneumaticus) antara lain untuk membantu
pernafasan ketika terbang, membungkus organ dalam agar tidak kedinginan,
mencegah hilangnya panas terlalu banyak, mengatur
berat jenis
tubuh ketika berenang. Dan membantu memperkeras suara. Sistem peredaran darah
ganda pad burung sudah lebih sempurna karena jantungnya terdiri atas empat
ruang dan darah yang kaya O2 sudah terpisah dari darah miskin O2. Kemampuan
terbang burung didukung oleh indra dan sistem saraf yang telah berkembang
dengan baik. Daya penglihatan burung sangat kuat dan memiliki refleks otot yang
sangat baik. Adanya kemampuan terbang menyebabkan hewan ini dapat bermigrasi
dan mencari sumber makanan hingga jauh dari habitat aslinya. Salauran
pencernaan burung terdiri atas paruh, rongga mulut, taring esophagus, tembolok,
lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka.
Tembolok merupakan pelebaran dari esophagus






0 komentar:
Posting Komentar