1. Teori Neoklasik
Teori Neoklasik disebut paradigma kearifan konvensional
karena beberapa alasan yaitu: pertama, teori ini menyajikan doktrin yang
relatif mapan dalam ekonomika dan menjadilandasan dalam teori pembangunan
regional dan lokasi. Kedua teori ini konvensional, dalam arti memberikan alasan rasional beroperasinya
ekonomi dalam masyarakat kapitalis. Ketiga, teori ini menganggap peerusahaan
seperti “manusia ekonomi” (homo economicus) yang memiliki informasi dan
rasionalitas sempurna untuk menghitung suatu lokasi optimal yang meminimalkan
biaya dan memaksimalkan keuntungan.
Namun karakteristik utama dari teori ini dalam menjelaskan
lokasi industri
Fokus pada variabel ekonomi (biaya transpor, biaya tenaga
kerja dan lain-lain) dengan mengabaikan proses sejarah, ekonomi, politik, dan
sosial.
Menganalisis faktor-faktor ekonomi secara abstrak dengan
penndekatan deduktif untuk menarik generalisasi kemana industri akan memilih
untuk berlokasi.
Mengasumsikan bahwa hukum-hukum ekonomi berlaku universal,
yang didasarkan atas rasionalitas ekonomi yag mengarahkan perilaku.
2. Teori Keperilakuan
Kunci utama untuk menjelaskan keperilakuan lokasi suatu
industri adalah dengan menjelaskan bagaimana perusahaan-perusahaan dalam
industri memandang, menejemahkan dan mengevaluasi informasi dan fakto-faktor
yang mempengaruhi proses pemilihan industri. Kita dapat menyebutkan sebuah
perusahaan dengan “pengolahan informasi” dimana lingkungan adalah sumber
informasinya dan hubungan antara perusahaan dan lingkungan terjadi karena arus
informasi. Intinya, pilihan lokasi merupakan bagian keputusan investasi jangka
panjang atau strategi yang kompleks, tidak pasti, subyektif, dan dilakukan oleh
pengambil keputusan secara individu atau grup. Oleh karena itu, lokasi pabrik
mencerminkan preferensi lokasional, yang membentuk dan dibentuk oleh proses
pengambil keputusan.
3. Teori Radikal
Dalam perspektif teori Radikal, perilaku ekonomi mencakup
perilaku lokasi harus mengetahui serta memahami kondisi ekonomi politik. Teori
Radikal menyatakan bahwa agen-agen ekonomi memiliki kekuatan untuk menciptakan
perbedaan serta mengubah lingkungannya serta hubungan antara perusahaan dengan
lingkungannya.
Struktur perusahaan adalah pemanfaatan aset perusahaan yang
bersifat fisik maupun manusia dalam manufaktur dan kantor sdministrasi yang
sistem operasionalnya terintegrasi. Struktur perusahaan berkaitan dengan erat
dengan strategi perusahaan. Strategi muncul dari struktur dan pada gilirannya,
mengubah struktur.






0 komentar:
Posting Komentar