a. Kenaikan Penjualan
Untuk meningkatkan penjualan harus didukung penyediaan
barang dagangan (stock) yang lebih besar dari periode sebelumnya. Bahkan, bila
mana penjualan sudah terlaksana, piutang usaha juga cenderung ikut meningkat,
misalnya karena adanya permintaan seperti menjelang hari Raya, Natal, dan lain
sebagainya.
b. Penundaan Pelunasan Piutang
Pencairan piutang usaha merupakan salah satu sumber dana
internal perusahaan guna mendukung aktivitas perusahaan sehari-hari. Oleh
karena itu, piutang usaha lazimnya memiliki jangka waktu jatuh tempo agar
pengusaha dapat mengantisipasi pembiayaan usaha berikutnya. Namun, sering
terjadi bahwa jadwal jatuh tempo tidak terpenuhi akibat tertundanya pelunasan
oleh pelanggan. Akibatnya, pengusaha harus mencari alternatif sumber pembiayaan
untuk mendukung kegiatan-kegiatan usaha yang sudah direncanakan sebelumnya akan
dibiayai dengan dana hasil pencairan piutang. Salah satu sumber dana alternatif
adalah kredit bank.
c. Tenggang Waktu Pendapatan
Alasan ini lazim ditemukan dalam kredit konsumtif, di mana
terdapat tenggang waktu (time lag) antara kebutuhan konsumsi saat ini dengan
pendapatan masa mendatang, contoh KPR. Dalam hal ini peminjam ingin memiliki
rumah, sedangkan daya beli (pendapatan) yang ada saat ini belum mampu memenuhi
kebutuhannya akan rumah. Sebenarnya dalam jangka panjang, akumulasi pendapatan
tersebut mampu membiayai pembelian rumah. Oleh karena itu, mereka mengandalkan
pendapatan di masa datang.
d. Substitusi Hutang Pihak Ketiga
Yang dimaksud dengan substitusi hutang pihak ketiga adalah
nasabah melunasi hutangnya kepada pihak ketiga dengan kredit dari bank. Dalam
banyak hal kredit bank bisa lebih menguntungkan dibanding hutang kepada pihak
ketiga. Keuntungan ini bisa disebabkan persyaratan kredit yang lebih ringan,
seperti suku bunga lebih rendah. Atau dengan pelunasan hutang lebih cepat, maka
nasabah akan memperoleh discount pembelian barang yang lebih besar dari
pemasok. Di sini tidak ada alasan kenaikan penjualan sebagaimana diuraikan di
atas, tetapi semata-mata karena kebijakan manajemen hutang (leveraging).






0 komentar:
Posting Komentar