Rabu, 06 Juni 2012

Krisis Pangan



Krisis pangan saat ini terjadi dimana kebutuhan pangan Indonesia telah tergantung kepada impor, dan harganya naik tak terkendali. Namun harus diperhatikan, bahwa krisis pangan yang terjadi di Indonesia bukanlah sebab yang akan berdampak pada hal lain (kemiskinan, pengangguran). Fenomena ini adalah sebuah akibat dari kebijakan dan praktek privatisasi, liberalisasi, dan deregulasi.

Akar dari masalah ini tidak hanya parsial pada aspek impor dan harga seperti yang sering didengungkan oleh pemerintah dan pers. Lebih besar dari itu, ternyata negara dan rakyat Indonesia tidak lagi punya kedaulatan, yakni kekuatan dalam mengatur produksi, distribusi dan konsumsi di sektor pangan. Saat ini di sektor pangan, kita telah tergantung oleh mekanisme pasar yang dikuasai oleh segelintir perusahaan raksasa.

Hal lain yang mmenyebabkan terjadinya krisis pangan adalah terjadinya ketidak seimbangan antara lahan yang terkandung banyak air dan lahan yang kurang air. Dimana dalam hal ini akan terjadi penumpukan antara lahan yang mempunyai banyak air dan kurang air. Lahan yang banyak air akan rusak dan tidak dapat dimanfaatkan kesuburanya akibat penumpukan air tersebut begitupun sebaliknya dengan lahan yang mengalmi kekurangan air. Ini terjadi akibat resource yang dapat menahan kaseimbangan kesuburan akan tanah sudah berkurang dan minim sekali penanganan yang dilakukan untuk mengemablikan keseiimbangan tersebut.

Semua masalah diatas adalah masalah keseimbangan yang kurang di perhatikan sehingga dapat mengebabkan masalah yang sulit untuk dipecahkan. Namun hal yang terpenting dari semua ini adalah kesadaran dari semua pihak, haruslah diketahui dalm hal ini tidak ada pihak yang di unggulkan semua harus saling membantu dengan program yang disingkronkan guna meminimalisir keadaan yang seprti sekarang ini.


  • Ramalan Hari Ini
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More