Krisis pangan saat ini terjadi dimana kebutuhan pangan
Indonesia telah tergantung kepada impor, dan harganya naik tak terkendali.
Namun harus diperhatikan, bahwa krisis pangan yang terjadi di Indonesia
bukanlah sebab yang akan berdampak pada hal lain (kemiskinan, pengangguran).
Fenomena ini adalah sebuah akibat dari kebijakan dan praktek privatisasi,
liberalisasi, dan deregulasi.
Akar dari masalah ini tidak hanya parsial pada aspek impor
dan harga seperti yang sering didengungkan oleh pemerintah dan pers. Lebih
besar dari itu, ternyata negara dan rakyat Indonesia tidak lagi punya
kedaulatan, yakni kekuatan dalam mengatur produksi, distribusi dan konsumsi di
sektor pangan. Saat ini di sektor pangan, kita telah tergantung oleh mekanisme
pasar yang dikuasai oleh segelintir perusahaan raksasa.
Hal lain yang mmenyebabkan terjadinya krisis pangan adalah
terjadinya ketidak seimbangan antara lahan yang terkandung banyak air dan lahan
yang kurang air. Dimana dalam hal ini akan terjadi penumpukan antara lahan yang
mempunyai banyak air dan kurang air. Lahan yang banyak air akan rusak dan tidak
dapat dimanfaatkan kesuburanya akibat penumpukan air tersebut begitupun
sebaliknya dengan lahan yang mengalmi kekurangan air. Ini terjadi akibat
resource yang dapat menahan kaseimbangan kesuburan akan tanah sudah berkurang
dan minim sekali penanganan yang dilakukan untuk mengemablikan keseiimbangan
tersebut.
Semua masalah diatas adalah masalah keseimbangan yang kurang
di perhatikan sehingga dapat mengebabkan masalah yang sulit untuk dipecahkan.
Namun hal yang terpenting dari semua ini adalah kesadaran dari semua pihak,
haruslah diketahui dalm hal ini tidak ada pihak yang di unggulkan semua harus
saling membantu dengan program yang disingkronkan guna meminimalisir keadaan
yang seprti sekarang ini.






0 komentar:
Posting Komentar