Bank Pembangunan
Indonesia (Bapindo) mula-mula didirikan sebagai Bank Industri Negara (BIN).
Tugas utamanya adalah memberikan kredit jangka menengah dan panjang untuk
membiayai investasi modal tetap. Bank mungkin memprakarsai dan memiliki seluruh
saham perusahaan atau hanya sebagian saja, atau bank hanya memberikan pinjaman
jangka panjang. Pada kemungkinan pertama bank mengadakan pengikutsertaan dalam
perusahaan sebagai wakil pemerintah. Pada waktu pambentukan di awal tahun
1950-an sampai akhir tahun 1960-an, bank ini sukar berkembang karena adanya
inflasi cukup tinggi yang sangat mengacaukan pemberian kredit jangka
panjang.sesudah itu bank maju dengan pesat. Jumlah nasabah debitur relative
hanya sedikit dan jumlah kredit per nasabah besar karena mereka umumnya menggunakan
peralatan besar, modern, dan bekerja dengan skala besar.
Jumat, 01 Juni 2012
Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
Manajemen
Bapindo terdiri dari dewan direksi dan dewan pengawas yang berkedudukan di
kantor pusat Jakarta. Bank mempunyai beberapa kantor cabang. Sumber dana
berasal dari modal dn cadangan serta dana dalam dan luar negeri, setoran modal
termasuk setoran modal pemerintah, konversi pinjaman likuiditas bank, dan
konsorsium pembiayaan dengan bank-bank pemerintah lain. Pinjaman luar negeri
berasal dari IDA dan Bank Dunia. Penghimpunan dana dalam negeri berupa giro,
deposito, dan tabanas dan taska. Selain kredit investasi dan eksploitasi, bank
juga menyalurkan KIK dan KMKP untuk pengusaha kecil. Tetapi kredit menengah dan
jangka panjang merupakan spesialisasi kegiatannya.






0 komentar:
Posting Komentar