Jumat, 01 Juni 2012

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)



Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) mula-mula didirikan sebagai Bank Industri Negara (BIN). Tugas utamanya adalah memberikan kredit jangka menengah dan panjang untuk membiayai investasi modal tetap. Bank mungkin memprakarsai dan memiliki seluruh saham perusahaan atau hanya sebagian saja, atau bank hanya memberikan pinjaman jangka panjang. Pada kemungkinan pertama bank mengadakan pengikutsertaan dalam perusahaan sebagai wakil pemerintah. Pada waktu pambentukan di awal tahun 1950-an sampai akhir tahun 1960-an, bank ini sukar berkembang karena adanya inflasi cukup tinggi yang sangat mengacaukan pemberian kredit jangka panjang.sesudah itu bank maju dengan pesat. Jumlah nasabah debitur relative hanya sedikit dan jumlah kredit per nasabah besar karena mereka umumnya menggunakan peralatan besar, modern, dan bekerja dengan skala besar.

Manajemen Bapindo terdiri dari dewan direksi dan dewan pengawas yang berkedudukan di kantor pusat Jakarta. Bank mempunyai beberapa kantor cabang. Sumber dana berasal dari modal dn cadangan serta dana dalam dan luar negeri, setoran modal termasuk setoran modal pemerintah, konversi pinjaman likuiditas bank, dan konsorsium pembiayaan dengan bank-bank pemerintah lain. Pinjaman luar negeri berasal dari IDA dan Bank Dunia. Penghimpunan dana dalam negeri berupa giro, deposito, dan tabanas dan taska. Selain kredit investasi dan eksploitasi, bank juga menyalurkan KIK dan KMKP untuk pengusaha kecil. Tetapi kredit menengah dan jangka panjang merupakan spesialisasi kegiatannya.


  • Ramalan Hari Ini
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More