Berbagai
Strategi
Berbagai
strategi dapat dimunculkan dari beberapa dasar penggolongan.
(1)
Berdasarkan pengaturan guru-siswa.
Dari segi
pengaturan guru, dapat dibedakan strategi pembelajaran oleh seorang guru atau
oleh tim pengajar. Lalu, berdasarkan hubungan guru-siswa, dapat dibedakan
strategi pembelajaran tatap muka atau dengan media pembelajaran, misalnya
melalui media cetak, audiovisual (televisi, CD, VCD). Dari sudut siswa, dapat
dibedakan pembelajaran klasikal (seluruh kelas) atau kelompok kecil (5-7
orang), atau individual.
(2) Struktur
peristiwa belajar-mengajar.
Dari sudut
struktur ini dapat dibedakan strategi pembelajaran tertutup, dalam arti segala
sesuatunya telah ditentukan secara relatif ketat dalam rancangan pembelajaran,
dan strategi yang relatif terbuka. Dalam hal ini tujuan khusus (kompetensi yang
hendak dicapai) dan bahan ajar serta prosedur yang akan ditempuh untuk mencapai
tujuan itu ditentukan ketika proses belajar-mengajar berlangsung. Dalam model
kedua itu peranan siswa bisa teramat besar. Penejlasan agak terperinci tentang
pembelajaran inkuiri akan disajikan kemudian.
(3) Peran
pembelajar-pebelajar di dalam mengolah pesan.
Tiap proses
belajar-mengajar tentu mempunyai tujuan atau kompetensi yang hendak dicapai,
selalau ada pesan yang bisa berupa pengetahuan (knowledge), wawasan,
keterampilan, atau isi pengajaran lainnya. Pesan itu dapat disajikan melalaui
strategi ekspositoris atau strategi heuristik atau hipotetis. Dalam strategi
ekspositoris pembelajar (guru) sudah mengolah tuntas sebelum proses
belajar-mengajar berlangsung lalu disampaikan kepada pebelajar (siswa).
Sebaliknya, dalam strategi heuristik pesan itu diolah sendiri oleh pebelajar
dengan bantuan, sedikit atau banyak, gurunya. Yang tergolong heuristik ialah
penemuan (discovery) dan inkuiri (inquiry). Dalam hal penemuan siswa menemukan
prinsip atau hubungan yang sebelumnya tidak diketahuinya sebagai akibat dari
pengalaman belajarnya yang sudah diatur oleh guru. Contohnya ialah percobaan di
dalam laboratorium. Di dalam inkuiri, struktur peristiwa belajar benar-benar
bersifat terbuka, dalam arti siswa sepenuhnya dilepas untuk menemukan sesuatu
melalui proses asimilalsi, yaitu proses “memasukkan” hasil pengamatannya ke
dalam struktur kognitifnya yang telah tersedia, dan proses akomodasi, yaitu
dengan mengadakan perubahan-perubahan (modifikasi) atau penyesuaian-penyesuaian
di dalam struktur kognitifnya yang lama sehingga cocok dengan gejala
(pengetahuan) baru yang diamati.
(4) Proses
pengolahan pesan.
Bagaimanapun
yang namanya belajar itu mesti melibatkan proses berpikir, khususnya dalam
mengolah pesan, melalui pengalaman belajarnya. Proses berpikir ini tidak sama
dari orang ke orang, juga tidak sama bagi bahan ajar yang berbeda-beda. Ada
proses pengolahan pesan yang berpangkal pada yang umum (generik), berupa teori,
hukum, prinsip, rumus, kepercayaan, dsb. untuk dilihat keberlakuan atau
akibatnya pada gejala-gejala yang khusus. Strategi ini disebut strategi
deduktif. Sebaliknya, ada peristiwa belajar-mengajar yang pengolahan pesannya
bertolak dari conntoh-contoh atau gejala-gejala konkret menuju ke perampatan
(generalisasi) atau prinsip yang bersifat umum. Strategi belajar yang bergerak
dari khusus ke umum ini disebut strategi induktif.
Bruce Joyce
dan Marsha Weil (1972) mengadakan pengelompokan lain yang dianggap para pakar
lebih komprehensif, dalam arti bahwa penggolongan ini dilakukan dengan
memperhatikan beberapa faktor sekaligus, seperti wawasan tentang manusia dan
dunianya, tujuan belajar, dan lingkungan belajar. Mereka mengemukakan empat
kelompok model atau strtaegi pembelajaran.
1. Kelompokmodel-model interaksi sosial
2. Kelompokmodel-model pengolahan informasi
3. Kelompokmodel-model personal — humanistik.
4. Kelompokmodel-model modifikasi perilaku.
Artikel Terkait
Penjelasan Kelompokmodel-model interaksi sosial
Penjelasan Kelompokmodel-model pengolahan informasi
Penjelasan Kelompokmodel model personal humanistik.
Penjelasan. Kelompokmodel model modifikasi perilaku.
1. Kelompokmodel-model interaksi sosial
2. Kelompokmodel-model pengolahan informasi
3. Kelompokmodel-model personal — humanistik.
4. Kelompokmodel-model modifikasi perilaku.
Artikel Terkait
Penjelasan Kelompokmodel-model interaksi sosial
Penjelasan Kelompokmodel-model pengolahan informasi
Penjelasan Kelompokmodel model personal humanistik.
Penjelasan. Kelompokmodel model modifikasi perilaku.






0 komentar:
Posting Komentar