Kehamilan
lewat waktu adalah kehamilan yang melampaui usia 294 hari (42 minggu) dengan
segala kemungkinan komplikasinya. Nama lain kehamilan lewat waktu adalah
kehamilan serotinus, prolonged pregnancy, atau post-term pregnancy.
Kehamilan
normal ditandai dengan gerak janin 7-10/20 menit, denyut jantung janin 120-140/
menit, usia kehamilan 37-42 minggu (rata-rata 37-40 minggu), dan berat janin
2.500-4.000 gram. Penyebab terjadinya kehamilan lewat waktu adalah adanya
ketidakpastian mengetahui tanggal haid terakhir, terdapat kelainan kongenital
anensefalus, atau terdapat hipoplasia kelenjar adrenal.
Komplikasi
Kehamilan Lewat Waktu
Komplikasi
kehamilan lewat waktu terjadi baik pada ibu maupun janin. Komplikasi pada ibu
meliputi timbulnya rasa takut akibat terlambat melahirkan atau rasa takut
menjalani operasi yang mengakibatkan trias komplikasi ibu. Komplikasi pada
janin meliputi hal-hal berikut ini.
1. Oligohidramnion. Air ketuban normal pada kehamilan 34-37 minggu adalah 1.000
cc, aterm 800 cc, dan lebih dari 42 minggu 400 cc. Akibat oligohidramnion
adalah amnion menjadi kental karena mekonium (diaspirasi oleh janin), asfiksia
intrauterin (gawat janin), pada in partu (aspirasi air ketuban, nilai Apgar
rendah, sindrom gawat paru, bronkus paru tersumbat sehingga menimbulkan
atelektasis).
2. Warna
mekonium. Mekonium keluar karena refleks vagus terhadap usus. Peristaltik usus
dan terbukanya sfingter ini membuat mekonium keluar. Aspirasi air ketuban yang
disertai mekonium dapat menimbulkan gangguan pernapasan bayi/ janin, gangguan
sirkulasi bayi setelah lahir, dan hipoksia intrauterin sampai kematian janin.
3 Makrosomia.
Dengan plasenta yang masih baik, terjadi tumbuh-kembang janin dengan berat
4.500 gram yang disebut makrosomia. Akibatnya terhadap persalinan adalah perlu
dilakukannya tindakan operatif seksio sesaria, dapat terjadi trauma persalinan
karena operasi vaginal, distosia bahu yang menimbulkan kematian bayi, atau
trauma jalan lahir ibu.
4. Dismaturitas bayi. Pada usia kehamilan 37 minggu, luas plasenta 11 m2.
Selanjutnya, terjadi penurunan fungsi sehingga plasenta tidak berkembang atau
terjadi kaisifikasi dan aterosklerosis pembuluh darah. Penurunan kemampuan
nutrisi plasenta menimbulkan perubahan metabolisme menuju anaerob sehingga
terjadi badan keton dan asidosis. Terjadi dismaturitas dengan gejala Clifford
yang ditandai dengan:
a. kulit:
subkutan berkurang dan diwarnai mekonium;
b. otot makin
lemah;
c. kuku
tampak panjang;
d. tampak
keriput;
e. tali pusat
lembek, mudah tertekan dan disertai oligo-hidramnion.
Pemeriksaan
USG bertujuan untuk mengetahui usia kehamilan, kondisi oligohidramnion,
klasifikasi plasenta, kelainan kongenital, pergerakan janin (aktivitasnya 7-10/
30 menit), dan pernapasan janin.
Masalah yang
dihadapi pada kehamilan lewat waktu adalah risiko terhadap janin, waktu yang
tepat untuk melakukan persalinan, menentukan persalinan per vagina versus per
abdominal. Risiko kehamilan sulit dipastikan sehingga dapat menjurus risiko
kematian janin intrauterin dan risiko makrosomia. Pada kehamilan lewat waktu,
persalinan perlu dipercepat bila terjadi preeklampsia/ eklampsia, ibu dengan
hipertensi, ibu dengan diabetes melitus, dan gangguan tumbuh-kembang janin
intrauterin. Pada kehamilan lewat waktu juga dihadapi masalah kematangan
serviks.
Teknik
Pertolongan Persalinan
Teknik
pertolongan persalinan pada kehamilan lewat waktu adalah dengan induksi
oksitosin atau seksio sesaria.






0 komentar:
Posting Komentar