Teori Mekanika Fluida
Mekanika fluida merupakan disiplin ilmu bagian dari
bidang mekanika terapan yang mengkaji perilaku dari zat - zat cair dan gas
dalam keadaan diam ataupun bergerak. Bidang mekanika ini jelas mencakup
berbagai persoalan yang sangat bervariasi, mulai dari kajian mengenai aliran
darah di saluran - saluran kapiler sampai pada kjian aliran minyak mentah yang
melewati sebuah negara melalui pipa berdiameter 4 feet sepanjang 800 mil. Pada
dasarnya, prinsip teori mekanika fluida diperlukan untuk menjelaskan mengapa
pesawat terbang dibuat
berbentuk streamline dengan permukaan mulus demi
efisiensi penerbangan yang terbaik, sedangkan bola golf dibuat dengan permukaan
berlubang - lubang untuk meningkatkan efisiensinya. Dari situ bisa dilihat bahwa
sangat banyak hal - hal menari yang bisa dijawab dengan menggunakan teori
mekanika fluida yang sebenarnya relatif sederhana.
Teori mekanika fluida berhubungan erat dengan fluida.
Sebenarnya, apakah fluida itu? Secara sederhana fluida bisa diartikan sebagai
zat cair. Namun pada kenyataannya tidak semua zat cair bisa dikategorikan
sebagai fluida. Secara khusus, fluida diartikan sebagai zat yang berdeformasi
terus - menerus selama dipengaruhi suatu tegangan geser. Sebuah tegangan (gaya
per satuan luas) geser terbentuk bila sebuah gaya tangensial bekerja pada
sebuah permukaan . Dari definisi tersebut bisa dilihat bahwa perbedaan antara
benda padat dan fluida dapat dijelaskan secara kualitatif berdasarkan struktur
molekulnya, pembedaan yang lebih spesifik didasarkan pada bagaimana zat
tersebut berdeformasi dibawah suatu beban luar yang bekerja.
Fluida sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu
fluida bergerak / dinamika fluida dan fluida tak bergerak / statika fluida.
Ditinjau dari jenis zatnya, fluida bisa dibedakan menjadi zat cair dan gas. Gas
dan cairan dibedakan karena gaya kohesinya yang berlainan. Cairan mempunyai
molekul - molekul yang saling terikat dengan gaya kohesi yang relatif kuat,
sedangkan molekul gas tersusun secara jarang antara yang satu dengan yang
lainnya serta terikat dengan gaya kohesi yang dapat diabaikan. Cairan cenderung
mempertahankan bentuk sesuai dengan bentuk wadahnya, sedangkan gas bebas
berekspansi sampai terdapat dinding padat yang membendungnya. Perbedaan yang
lain, cairan jika dimasukkan ke dalam bejana yang terbuka dan dibawah pengaruh
gaya gravitasi cairan akan membentuk permukaan bebas. Berbeda dengan gas yang
tidak akan bisa membentuk permukaan bebas namun bisa membentuk suatu atmosfer.






0 komentar:
Posting Komentar