Tahap Pertama
atau Tahap penentuan tujuan investasi merupakan tahapan awal yang harus
dikerjakan oleh semua pihak bila ingin melakukan pengelolaan portofolio
investasi. Pada tahap ini, investor harus memahami besarnya risiko yang
ditolerir oleh investor atas portofolio investasi yang dimilikinya.
Biasanya,
risiko yang ditolerir berkaitan erat dengan tingkat pengembalian yang
diinginkan. Jika terjadi risiko yang tinggi maka tingkat pengembalian pun akan
tinggi pula. Oleh karena itu, perlu dipahami karakteristik investor yang bersangkutan.
Bila investor menginginkan risiko rendah dan tingkat pengembalian yang rendah
umumnya investor adalah penghindar risiko (risk averse). Investor yang
menginginkan tingkat pengembalian tinggi dan risiko yang ditolerir juga tinggi
dimiliki investor yang berkarakteristik risiko tinggi dikenal juga dengan
istilah spekulan.
Investasi
bertujuan untuk memberikan kesempatan agar dana yang diinvestasikan berkembang
ketika digunakan sebagai dana investasi pada waktu yang akan datang. Jika
demikian halnya, untuk apa dana yang dimiliki sekarang? Bagaimana kalau nilai
dana yang dipegang itu mengalami penurunan? Hal ini harus benar-benar
diperhatikan oleh investor.
Variabel lain
yang juga harus diperhatikan investor dalam tahap ini yaitu periode investasi (time
horizon). Periode investasi yang ditetapkan investor menjadi patokan untuk
menentukan instrumen investasi yang akan diinvestasikan. Bila investor
mempunyai periode investasi selama 5 tahun maka investor bisa melakukan
investasi ke instrumen investasi yang mempunyai periode 5 tahun seperti
obligasi 5 tahun dan saham.
Tahap kedua
yang dilakukan oleh investor adalah mengumpulkan informasi mengenai seluruh
instrumen investasi yang ada, dan bagaimana keinginan berbagai pihak terhadap
seluruh pasar investasi. Informasi yang dibutuhkan yaitu ekspektasi pasar atas
instrumen investasi. Bila ekspektasi pasar tersebut terlalu rendah atau terlalu
tinggi dan tidak sesuai dengan tujuan investor maka investor harus merevisi
ulang tujuanya agar sesuai dengan keadaan pasar. Bila ekspektasi pasar tidak
sesuai maka investor akan menemukan siklus investasi yang tidak sesuai.
Tahap ketiga,
merupakan tahap implementasi keahlian manajer investasi atas keinginan investor
dan situasi pasar yang ada. Pada tahapan ini, manajer investasi membeli dan
menjual instrumen investasi yang sesuai dengan keinginan investor. Ketika
manajer investasi melakukan riset mengenai keadaan pasar maka manajer investasi
sudah tahu aset finansial yang menjadi portofolio manajer investasi.
Tahap keempat
merupakan tahap akhir dari proses portofolio yaitu melakukan perhitungan atas
portofolio yang dikelolanya. Selanjutnya, hasil pengelolaan portofolio dalam
bentuk tingkat pengembalian (return) dibandingkan dengan tingkat pengembalian
patokan (benchmark). Kepuasan manajer investasi akan terjadi bila tingkat
pengembalian portofolio lebih tinggi dari tingkat pengembalian patokan. Ini
juga menunjukkan keahlian manajer investasi terlihat baik dari segi alokasi
aset, pemilihan instrumen, dan kemampuan market timing.
Keempat
proses tahapan portofolio tersebut di atas saling berkaitan, karena hasil yang
dicapai merupakan output dari tahapan sebelumnya.






0 komentar:
Posting Komentar