Selasa, 05 Juni 2012

Pengembangan Kelembagaan Petani



Usaha Tani Indonesia Didominasi Oleh Usaha Tani Keluarga Skala Kecil Yang Sangat Lemah Dalam Berbagai Bidang, Seperti Keterbatasan Aset Produktif, Modal Kerja, Daya Tawar-Menawar Transaksi, Dan Kekuatan Politik-Ekonomi Sehingga Tidak Dapat Berkembang Mandiri Secara Dinamis. Petani Sangat Tergantung Pada Banyak Pihak, Pada Bantuan Subsidi, Dukungan Harga, Serta Perlindungan Dad Pemerintah Yang Biasanya Tidak Efisien Dan Tidak Sesuai Pula Dengan Prinsip Persaingan Bebas Yang Menjadi Dasar Kesepakatan Wto Sehingga Tidak Akan Dapat Dipertahankan Dalam Jangka Panjang. Petani Sangat Tergantung Kepada Orang Kaya Atau Pedagang Untuk Memperoleh Aset Produktif (Lahan Dan Peralatan), Modal Kerja Dan Perolehan Sarana Produksi, Serta Penjualan Hasil Yang Secara Ekonomis Sangat Merugikan Petani. Oleh Karena Itu, Memberdayakan Petani Sehingga Dapat Tumbuh Kembang Secara Mandiri Merupakan Langkah Kunci Untuk Mewujudkan Strategi Pembangunan Perekonomian Desa Berbasis Agribisnis. Salah Satu Cara Yang Tepat Untuk Itu Ialah Menggalang Perkataan Di Antara Petani Melalui. Pembentukan Organisasi Petani Lokal.


  • Ramalan Hari Ini
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More