a. Cita
Rasa/Selera Konsumen
Cita rasa
atau selera konsumen biasanya bergantung pada umur, enis kelamin, status
sosial, tingkat pendidikan, lingkungan sekitar Ian sebagainya. Membaiknya
selera konsumen terhadap suatu barang ikan membuat permintaan konsumen naik dan
sebaliknya, nemburuknya selera konsumen akan membuat permintaan konsumen turun.
Dewasa ini, selera konsumen terhadap kamera nondigital cenderung menurun karena
orang lebih memilih kamera digital. Dengan demikian, bila harga kamera
nondigital tidak berubah dan tetap Rp500.000,00 per unit maka jumlah yang akan
dibeli konsumen turun dari 100 menjadi 50 unit per bulan. Akibatnya, kurva
permintaan bergeser ke kiri dari D ke D’ atau permintaan kamera nondigital
turun.
b. Pendapatan
Konsumen
Daya beli
konsumen ditentukan oleh pendapatan. Semakin besar pendapatan konsumen, akan
semakin besar pula daya belinya. Sebagai contoh, pemerintah mengumumkan mulai
Agustus gaji pegawai negeri sipil naik 10%. Dengan demikian, apabila angsuran
per bulan sepeda motor tetap Rp500.000,00 per bulan, pada Agustus jumlah sepeda
motor yang dibeli secara kredit bertambah dari 50 menjadi 100 unit. Akibatnya,
kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan sepeda
motor secara kredit naik.
c. Harga
Barang Pengganti
Banyak barang
yang bisa menggantikan fungsi barang lain. Dalam bahasa ekonomi, barang-barang
ini disebut barangsubstitusi atau barang pengganti. Perjalanan menggunakan
kereta api bisa saling menggantikan dengan perjalanan menggunakan pesawat
udara. Karena pada hari dan jam tertentu harga tiket pesawat perjalanan
Yogyakarta-Jakarta turun, apabila harga tiket kereta api eksekutif
Yogyakarta-Jakarta tetap Rp220.000,00, jumlah tiket yang dibeli konsumen pada
hari yang sama turun dari 250 menjadi 150 unit. Jumlah tiket kereta api
eksekutif yang diminta berkurang karena konsumen lebih memilih menggunakan
pesawat terbang yang harga tiketnya turun. Akibatnya, kurva ekonomi permintaan
bergeser ke kiri dari D ke D’ atau permintaan jasa perjalanan kereta api
eksekutif pada hari tertentu turun.
d. Harga
Barang Pelengkap
Banyak barang
yang bisa melengkapi fungsi barang lain. Dalam bahasa ekonomi, barang-barang
ini disebut barang komplementer atau barang pelengkap. Telepon genggam (hp) dan
kartu perdana (sim card) merupakan barang-barang yang saling melengkapi. Perlu
diketahui, 8-9 tahun lalu, harga kartu perdana di Indonesia sangat tinggi. Pada
saat itu masih sedikit orang yang memiliki hp karena untuk memiliki hp dan kartu
perdana sebagai kelengkapannya perlu biaya yangtidak sedikit. Dengan
berjalannya waktu, harga kartu perdana semakin murah. Jadi, walaupun harga hp
tetap Rp1.000.000,00, dalam 1 bulan jumlah hp yang diminta meningkat dari 100
menjadi 150 unit. Jumlah hp yang diminta meningkat karena sekarang banyak orang
yang membeli kartu perdana yang hanya bisa digunakan bila memiliki hp.
Akibatnya, kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan
hp naik.
e. Perkiraan
Harga di Masa yang Akan Datang
Konsumen
selalu mengamati perubahan harga pasar. Apabila konsumen memperkirakan bahwa
harga suatu barang akan naik di masa yang akan datang, sebelum harga
benar-benar naik, konsumen akan cenderung menambah jumlah yang dibeli pada saat
ini. Sebaliknya, bila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun di masa
yang akan datang, konsumen akan cenderung mengurangi jumlah yang diminta sambil
menunggu harga benar-benar turun. Sebagai contoh, pemerintah mengumumkan bahwa
bulan depan pajak pertambahan nilai barang-barang elektronik akan dinaikkan.
Hal ini membuat konsumen memperkirakan harga televisi berwarna akan naik mulai
bulan depan. Walaupun harga TV berwarna per unit tetap Rp1.800.000,00, bulan
ini jumlah TV berwarna yang diminta naik dari 25 menjadi 40 unit. Akibatnya,
kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau permintaan TV
berwarna naik.
f. Jumlah
Konsumen
Permintaan
pasar dibentuk oleh penjumlahan permintaan individu. Bertambahnya konsumen
individu tentu menyebabkan jumlah yang diminta akan bertamba h. Masih ingat
cerita yang mengawali bab ini. Untuk memperingati HUT RI, konsumen
beramai-ramai membeli bendera merah putih. Walaupun harga bendera tetap
Rp10.000,00 per buah, karena sekarang konsumennya banyak, jumlah yang diminta
naik dari 10 menjadi 200 buah. Akibatnya, kurva permintaan bergeser ke kanan
dari D menjadi D’ atau permintaan bendera merah putih naik.
g. Intensitas
Kebutuhan Konsumen
Bencana alam
selalu memilukan. Ketika terjadi tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, dan
kembali tsunami di Pangandaran, banyak masyarakat kehilangan rumah. Mereka
membutuhkan tenda untuk tempat tinggal sementara. Karena intensitas kebutuhan
konsumen akan tenda meningkat, walaupun harga tenda tidakturun, yaitu tetap
Rp250.000,00 per unit, jumlah tenda yangdiminta meningkat dari 15 menjadi 250
per unit. Akibatnya, kurva permintaan bergeser ke kanan dari D menjadi D’ atau
permintaan tenda naik.
Sebenarnya,
masih ada faktor yang menentukan perubahan permintaan. Faktor-faktor tersebut
merupakan faktor yang terkait dengan karakteristik khusus dari barang yang
bersangkutan. Sebagai contoh, untuk barang impor atau barang yang dibeli dari
luar negeri, tentu saja permintaannya juga ditentukan oleh kurs atau
perbandingan nilai mata uang dalam negeri dengan luar negeri.






0 komentar:
Posting Komentar