a.
Pengorbanan
Pengorbanan
yang sesungguhnya adalah pemakaian faktor-faktor produksi atau sumber-sumber
ekonomis bahan-bahan yang harus dipakai, waktu dan tenaga yang dicurahkan,
peralatan dan mesin yang terpakai, upah karyawan yang harus dibayar, dan
sebagainya.
Masalah
pertama yang dihadapi oleh produsen adalah menentukan berapa jumlah pengorbanan
tersebut. Untuk itu semua pengorbanan harus diukur dengan teliti
(dikuantitatifkan): berapa kg bahan yang habis terpakai, berapa jam kerja yang
telah dicurahkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, berapa jam mesin yang
diperlukan untuk pembuatan suatu barang, dan sebagainya.
b.
Pengorbanan yang perlu untuk produksi
Yang dihitung
sebagai biaya hanyalah pengorbanan yang perlu saja, artinya yang tidak dapat
dihindarkan. Jadi, pemborosan bahan atau waktu yang sebenarnya tidak perlu itu
seharusnya tidak ikut dihitung sebagai biaya.
c. Dinilai
dalam
Semua biaya
produksi dinilai dalam uang. Pengeluaran yang memang harus dibayar dengan uang,
seperti harga beli bahan-bahan atau gaji pegawai, sudah dengan sendirinya
termasuk perhitungan biaya. Tetapi dapat tejadi bahwa ada hal-hal yang
sebenrnya termasuk biaya produksi tetapi tidak dibayar dengan uang. Misalnya,
tenaga sendiri atau bahan-bahan yang diambil dari kebun sendiri. Karena tidak
menyangkut pengeluaran uang, maka kerap kali juga tidak dihitung sebagai biaya.
Padahal sebenarnya tenaga sendiri dan bahan-bahan itu juga harus ikut diperhitungkan
sebagai biaya, meskipun tidak berupa pengeluaran uang.
Contoh lain
adalah penyusutan gedung dan alat-alat produksi, yang betul-betul termasuk
biaya, biar pun tidak ada satu sen pun dikeluarkan untuk itu. Biaya seperti
itu, yang secara ekonomis harus dihitung sebagai biaya produksi tetapi bukan
merupakan pengeluaran uang, sering juga disebut biaya implisit.
Bagaimana
caranya pengorbanan atau biaya yang tidak menyangkut pengeluaran
uangmmhamuadiperhituntglnan?Biaya-biaya tenanbundinilaidalamuaag,yammdiaannakan
dengan harga yang umum berlaku dalam masyarakat untuk hal-hal seperti itu.
Misalnya, harga pasar untuk basil kebun sendiri, untuk upah tarif yang bertaku
umum, dan seterusnya. Cara ini dalam ilmu ekonomi disebut biaya alternadf
(alternative cost atau opportunity cost).”
d. Menurut
barna pasar yang berlaku
Kalau biaya
harus dinilai dalam uang, nilai atau harga yang manakah yang harus dipakai? Di
atas sudah disinggung bahwa yang dipakai adalah harga pasar yang berlaku.
Banyak orang
memperhitungkan nilai bahan atau barang sama dengan harga yang dulu telah
dibayar untuk membeli barang/bahan tersebut atau disebut “harga perolehan“.
Tetapi berapa yang dulu dibayar untuk membeli suatu barang itu sebenarnya tidak
penting lagi. Apalagi dalam masa kenaikan harga umum (inflasi). Agar suatu
usaha bisa berjalan tarus (agar kontinuitas usaha terjamin), yang lebih panting
adalah berapa harga yang harus dibayar sekarang kalau membeli barang yang sama
lagi. Jadi yang dipakai sebagai pedoman untuk penentuan besarnya biaya dalam
kalkulasi harga pokok adalah harga pasar yang berlaku sekarang (=pada saat
penjualan) meskipun dahulu mungkin dibeli dengan harga yang lebih rendah atau
lebih mahal.






0 komentar:
Posting Komentar