Strategi
inkuiri.
Strategi yang
sangat dianjurkan oleh Bruner (1966) ini dapat dipandang sebagai unsur penting
dalam teori konstruktivisme. Dalam strategi inkuiri siswa didorong untuk secara
aktif terlibat dalam kegiatan belajarnya dan membangun konsep-konsep bagi
dirinya sendiri. Ini berarti perilaku guru untuk selalu “menceramahi” dalam
bentuk sajian teori, hukum, prinsip, dsb yang bersifat induktif harus
dihindari. Model inkuiri akan sangat memacu siswa untuk selalu ingin tahu dan
memotivasi siswa untuk mandiri dalam menentukan solusi, dan berpikir kritis.
Dari paparan singkat di atas, kita dapat melihat bahwa strategi ini senafas
dengan pendekatan CBSA,
keterampilan proses, dan pendekatan komunikatif. Dalam hal itu guru dapat membantu dan melatih dengan pertanyaan-pertanyaan pendalaman.Dalam pembelajaran bahasa Indonesia strategi ini dapat digunakan, misalnya, dalam membaca pemahaman. Siswa dapat diminta untuk mencari dan menemukan makna kata-kata tertentu di dalam kamus. Dari situ mereka akan tertantang untuk “melihat” kata-kata lain. Pelajaran tentang polisemi, homonimi, makna kias, dsb juga dapat menggunakan strategi ini dengan memanfaatkan kamus. Dalam hal keterampilan mendengarkan guru dapat memanfaatkan televisi dengan berbagao ragam bahasanya.
keterampilan proses, dan pendekatan komunikatif. Dalam hal itu guru dapat membantu dan melatih dengan pertanyaan-pertanyaan pendalaman.Dalam pembelajaran bahasa Indonesia strategi ini dapat digunakan, misalnya, dalam membaca pemahaman. Siswa dapat diminta untuk mencari dan menemukan makna kata-kata tertentu di dalam kamus. Dari situ mereka akan tertantang untuk “melihat” kata-kata lain. Pelajaran tentang polisemi, homonimi, makna kias, dsb juga dapat menggunakan strategi ini dengan memanfaatkan kamus. Dalam hal keterampilan mendengarkan guru dapat memanfaatkan televisi dengan berbagao ragam bahasanya.






0 komentar:
Posting Komentar