Tentang
Penyakit Dalam
Penyakit
dalam atau yang lebih sering disebut sebagai penyakit internis merupakan
penyakit yang berhubungan dengan gangguan orhan - organ dalam tubuh
manusia.Banyak penyakit dalam yang merupakan penyakit kronik dan membutuhkan perawatan
khusus.Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dengan dokter spesialis penyakit
dalam untuk proses kesembuhan dan keselamatan pasien.
Berikut ini
adalah beberapa jenis penyakit dalam:
# GAGAL
JANTUNG AKUT
Gagal jantung
merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena prevalensinya
makin hari makin meningkat. Keadaan ini merupakan sindrom yang kompleks yang
sering ditemui oleh para dokter dalam praktik medik sehari - hari.
Gejala
penyakit gagal jantung:
Sesak nafas. Peningkatan bilik kiri menyebabkan transudasi cairan ke jaringan
paru. Penurunan regangan paru menambah kerja nafas. Sensasi sesak nafas juga
disebabkan penurunan aliran darah ke otot-otot pernafasan. Awalnya sesak nafas timbul
saat beraktivitas, dan jika gagal jantung makin berat, sesak nafas timbul
bahkan saat penderita sedang tidur
Ortopnea. Merupakan kesulitan bernafas yang
terjadi beberapa menit setelah berbaring. Pada saat posisi berbaring, maka
terdapat penurunan aliran darah perifer dan peningkatan volume darah di sentral
(rongga dada)
Paroxyxmal Nocturnal Dyspnea. Sering
dijumpai pada penderita gagal jantung. akibat terjadinya sembab paru yang
terjadi saat setelah berbaring.
Batuk - batuk. terjadi akibat sembab pada
bronkus dan penekanan bronkus oleh atrium kiri yang dilatasi
# PENYAKIT
PARU
Penyakit paru
merupakan salah satu jenis penyakit dalam yang banyak diderita oleh masyarakat
Indonesia. Penyakit yang menyerang sistem pernafasan ini tidak hanya
menimbulkan dampak buruk pada organ paru saja tetapi juga memiliki dampak buruk
terhadap beberapa organ tubuh penting yang lain. Mengobati penyakit paru
membutuhkan waktu yang cukup lama.
Gejala
penyakit paru:
Batuk. Refleks batuk adalah suatu mekanisme
pertahanan normal paru - paru dari benda asing dan sekresi berlebihan. Infeksi
saluran pernafasan atas berkaitan dengan batuk yang biasanya membaik dalam 2 -
3 minggu. Batuk yang terjadi terus menerus perlu diselidiki lebih lanjut.
Produksi sputum. Sputum atau dahak adalah
bahan yang dikeluarkan dengan batuk. melalui gerak silia, ia dibawa ke atas ke
tenggorok dan kemudian ditekan secara tidak disadari bersama - sama saliva.
Peningkatan jumlah produksi sputum merupakan manifestasi bronkitis yang paling
dini. Sputum dapat mengandung debris sel, mukus, darah, pus, atau bisa juga
mikroorganisme
Hemoptisis (batuk darah). Batuk yang
mengeluarkan darah merupakan gejala yang sangat penting karena sering sebagai
gejala penyakit yang berat.
Dispnea (sesak nafas). Adalah penting untuk
mengetahui penyebab atau pencetus dari sesak nafas tersebut. Karena indikasi
sesak nafas bisa merupakan gejala dari beberapa jenis penyakit dalam yang
lainnya
Wheezing. Merupakan suatu bunyi bernada
tinggi abnormal yang disebabkan oleh obstruksi parsial pada saluran nafas.
Bunyi ini biasanya ada selama ekspirasi ketika bronkokonstriksi ringan terjadi
secara fisiologis. keadaan ini biasanya disebabkan oleh bronkospasme, edema
mukosa, hilangnya penyokong elastik dan berliku-likunya saluran pernafasan
Sianosis (kulit berubah warna menjadi
kebiru - biruan). Ini terjadi karena tidak memadainya pertukaran gas di dalam
paru-paru yang menyebabkan penurunan oksigenasi arterial secara bermakna.
Nyeri dada.






0 komentar:
Posting Komentar