Sekilas tentang pandangan kaum
libertarian
Dalam kebijakan luar negeri,
neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui
cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau
intervensi
militer. Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas.
Neoliberalisme secara umum berkaitan
dengan tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel pengelolaan
perdagangan seperti WTO dan Bank Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang
pemerintahan sampai titik minimum. Neoliberalisme melalui ekonomi pasar bebas
berhasil menekan intervensi pemerintah (seperti paham Keynesianisme), dan
melangkah sukses dalam pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Untuk meningkatkan
efisiensi korporasi, neoliberalisme berusaha keras untuk menolak atau
mengurangi kebijakan hak-hak buruh seperti upah minimum, dan hak-hak daya tawar
kolektif lainnya.
Neoliberalisme bertolakbelakang dengan
sosialisme, proteksionisme, dan environmentalisme. Secara domestik, ini tidak
langsung berlawanan secara prinsip dengan poteksionisme, tetapi kadang-kadang
menggunakan ini sebagai alat tawar untuk membujuk negara lain untuk membuka
pasarnya. Neoliberalisme sering menjadi rintangan bagi perdagangan adil dan gerakan
lainnya yang mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial yang seharusnya
menjadi prioritas terbesar dalam hubungan internasional dan ekonomi.
Bagi kaum liberal, pada awalnya
kapitalisme dianggap menyimbolkan kemajuan pesat eksistensi masyarakat berdasarkan
seluruh capaian yg telah berhasil diraih. Bagi mereka, masyarakat pra-kapitalis
adalah masyarakat feodal yang penduduknya ditindas.
Bagi John Locke, filsuf abad 18, kaum
liberal ini adalah orang-orang yg memiliki hak untuk ‘hidup, merdeka, dan
sejahtera’. Orang-rang yang bebas bekerja, bebas mengambil kesempatan apapun,
bebas mengambil keuntungan apapun, termasuk dalam kebebasan untuk ‘hancur’,
bebas hidup tanpa tempat tinggal, bebas hidup tanpa pekerjaan.
Kapitalisme membanggakan kebebasan
seperti ini sebagai hakikat dari penciptaannya. dan dalam perjalanannya,
kapitalisme selalu menyesuaikan dan menjaga kebebasan tersebut. Misalnya
masalah upah pekerja, menurut konsepsi kapitalis, semua keputusan pemerintah
atau tuntutan publik adalah tidak relevan.
Kemudian paham yang terbentuk bagi
kaum liberal adalah kebebasan, berarti: ada sejumlah orang yang akan menang dan
sejumlah orang yg akan kalah. Kemenangan dan kekalahan ini terjadi karena
persaingan. Apakah anda bernilai bagi orang lain, ataukah orang lain akan
dengan senang hati memberi sesuatu kepada anda. Sehingga kebebasan akan
diartikan sebagai memiliki hak-hak dan mampu menggunakan hak-hak tsb dengan
memperkecil turut campur nya aturan pihak lain. “kita berhak menjalankan
kehidupan sendiri”
Saat ini, ekonom seperti Friedrich von
Hayek dan Milton Friedman kembali mengulangi argumentasi klasik Adam Smith dan
JS Milton, menyatakan bahwa: masyarakat pasar kapitalis adalah masyarakat yg
bebas dan masyarakat yang produktif. Kapitalisme bekerja menghasilkan
kedinamisan, kesempatan, dan kompetisi. Kepentingan dan keuntungan pribadi
adalah motor yang mendorong masyarakat bergerak dinamis.






0 komentar:
Posting Komentar