Pelajaran
Membuat Contoh Abstrak
KATA
PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberiakan taufik,
hidayah, serta Hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita bisa menyelesaikan
tugas makalah bahasa indonesia ini dengan baik.
Tujuan
disusunnya makalah ini adalah untuk memberi pengetahuan serta informasi tentang
diskripsi jagung kepada siswa, khususnya siswa XI IPS 2. Singkong sangatlah
penting bagi kehidupan para petani untuk menyambung hidup maupun makanan pokok
sehari – hari dan kita semua wajib mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan
kepada kita semua dari allah swt.
Makalah
bahasa indonesia ini bagi kelas XI IPS 2. khususnya kelompok kita membahas
tentang diskripsi dan Manfaat dari Singkong . Kami menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah bahasa indonesia ini masih perlu diperbaiki. Oleh karena
itu, usul, kritik dan saran dari siswa siswi dpat menyempurnakan makalah ini.
Rengel, 9
Desember 2011
Tim Penyusun
ABSTRAKSI
Anas, dkk.
2011. Manfaat Singkong.
Jurusan IPS
SMA Negeri 1 Rengel.
Pembimbing
Tursahid, S.Pd.
Kata Kunci :
Singkong, Manfaat
Karya Tulis
ini menjelaskan tentang diskripsi Singkong, manfaat beserta kualitasnya. Dimana
Singkong Sangatlah Banyak manfaatnya diantara lain bagi kesehatan, bahan bakar
nabati, dan sumber pangan bagi kita semua.
Untuk
kemajuan pangan negara, pemerinatah segera cepat bertindak dan mengatasi
kekurangan para petani dan menyejahterakan hidupnya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Singkong,
yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, dalam bahasa Inggris
bernama cassava, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga
Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat
dan daunnya sebagai sayuran.
1.2
Pembatasan Masalah
Umbi singkong
siap dijual.Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata
bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong
yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi
singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala
kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam
sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Umbi singkong
merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein.
Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung
asam amino metionin.
1.3 Perumusan
Masalah
Apa manfaat
dari Singkong?
Proses
Pembuatan?
Apakah bisa
Sebagai Bahan Makanan ternak ?
1.4 Tujuan
Penulisan
Mengetahui
manfaat dari singkong.
Mengetahui
sejarah dari singkong.
Mengetahui
pengaruh ekonomi singkong .
Mengetahui
identifikasi singkong.
1.5 Hipotesis
1. Jenis
singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian
dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern
dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil
selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M.
esculenta dapat dibudidayakan.
2. Produksi
singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian
besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika
Latin dan Kepulauan Karibia
3. Singkong
ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada
sekitar tahun 1810[1], setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada
abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
Umbi singkong
merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein.
Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung
asam amino metionin.
2.1 Manfaat
Singkong
Menurut pakar
tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, Efek farmakologis dari singkong adalah
sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian
yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi, selain itu singkong
dapat juga menyembuhkan penyakit sakit kepala,obat cacingan, diare, luka
bernanah, dan masih banyak yang lain.
2.2 Kandungan
Gizi
Umbi singkong
memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat
besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C,
kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara
kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium
oksalat
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1 Jenis
Penelitian
Jenis
penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif, yang dimaksud dengan
penelitian korelatif adalah penelitian yang meghubungkan data – data yang ada.
Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data – data yang kami
dapat antara satu dengan yang lain.
3.2 Sumber
Data
Sumeber Data
kami adalah media internet, melalui situs situs pemerintah, yang bisa di dapat
melalui fasilitas search engine, yaitu google yang kami pakai dan website
education.
3.3 Teknik
Menganalisa Data
Adapun teknik
pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah meringkas. Kita
membaca dan memahami apa yang ada dalam pokok masalah selanjutnya kita
membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada
pertanyaan yang sama.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Sejarah
dan pengaruh ekonomi
Jenis
singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian
dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern
dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil
selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M.
esculenta dapat dibudidayakan.
Produksi
singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian
besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika
Latin dan Kepulauan Karibia.
Singkong
ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada
sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad
ke-16 ke Nusantara dari Brasil.
4.2
Penggunaan
Dimasak
dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan.
Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong
dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, baik untuk pengidap alergi.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan
keterangan pada bab IV kita dapat menyimpulkan bahwa :
Budidaya
jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini
dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai
daerah pegunungan di selatan Peru pada 4000 tahun yang lalu
Harga Jagung
di pasaran internasional semakin melonjak tinggi.
5.2 Saran
Berdasarkan
kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran
sebagai berikut :
Kesadaran
Masyarakat terhadap kegunaan singkong.
Belilah
makanan dari pasar tradisional.






0 komentar:
Posting Komentar