Mengkomunikasikan
Hasil Penyelidikan Ilmiah
Hasil
penelitian harus dapat secara rasional diterima oleh masyarakat luas, dari
kalangan awam sampai kalangan ilmuwan. Hasil penelitian diinformasikan dengan
bahasa yang mudah dipahami dan disampaikan dengan jelas dalam bentuk laporan
ilmiah.
Prosedur
penelitian tersebut juga harus diinformasikan dengan jelas agar orang lain
dapat
melaksanakan penelitian seperti yang kalian kerjakan. Begitu pula dengan
cara mengolah dan menganalisis data harus diinformasikan secara lengkap. Hasil
pengolahan data dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik,
diagram alur
(flow chart), dan peta konsep. Laporan hasil penelitian dapat disajikan
menggunakan metode yang sesuai. Dengan media tersebut, peneliti harus dapat
menjelaskan data secara lisan dengan baik. Di dalam laporan hasil penelitian,
model, hubungan, dan simbol harus sesuai dengan standar internasional dan
gunakan secara benar. Hasil penemuan kalian harus disampaikan menggunakan
bahasa dan istilah biologi yang standar atau dibakukan dalam kode internasional
sehingga mudah dimengerti oleh peneliti di seluruh dunia. Selanjutnya, peneliti
juga harus dapat menyajikan pola hubungan dari
peta konsep
yang ditemukan kemudian dianalisis lebih lanjut. Setelah itu, peneliti harus
mendeskripsikan kecendrungan hubungan, pola, dan keterkaitan variabel yang
telah dibuat. Berdasarkan hal-hal tersebut peneliti merumuskan rekomendasi
hasil penelitiannya kepada masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat
mampu melanjutkan penelitian tersebut dengan menggali permasalahan dan
mengadakan penelitian mendalam. Umumnya para peneliti mengkomunikasikan
penelitiannya dalam suatu jurnal. Selain metode eksperimen, kalian dapat
memperoleh konsep biologi dengan melakukan penelitian metode observasi yang
dibedakan menjadi dua, yaitu metode observasi dengan variabel bebas dan metode
observasi tanpa variabel bebas.
Terimah kasih
atas kunjungannya, semoga bermanfaat.






0 komentar:
Posting Komentar