Jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur
tiram diantaranya serangga, laba-laba, cacing, siput, rayap, jamur
parasit dan saprofit, serta bakteri dan virus. Berikut cara
pencegahannya :
Pencegahan Hama
1. Serangga
Lalat dan nyamuk merupakan serangga yang banyak terdapat dalam kumbung
yang tidak dipelihara dengan baik. Serangga biasanya masuk bersamaan
dengan keluar masuknya pekerja, melalui ventilasi, atau melalui
lubang-lubang kecil yang tidak terdeteksi. Kondisi yang lembab ditambah
dengan aroma substrat/media log sangat disukai serangga-serangga ini
yang akhirnya berkembang biak di dalam kumbung. Serangga akan meletakkan
telur-telurnya pada media baglog. Setelah menetas, larva-larva yang
tumbuh akan memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram sehingga batang
jamur tiram berlubang-lubang dan pertumbuhan tubuh buah jamur tiram
menjadi terganggu (keriput). Setelah memasuki fase dewasa aktif
(terbang) Serangga akan berpindah ke media log jamur yang masih sehat
dan berkembang biak. Demikian seterusnya sehingga dalam periode tertentu
bisa menyebabkan kerusakan yang cukup besar. Selain itu, serangga juga
biasa berperan sebagai vektor/pembawa penyakit/virus yang dapat
mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Beberapa jenis serangga yang dapat
menularkan hama-penyakit pada kumbung jamur diantaranya
Licoriella spp
Megaselia spp
Lepidocyrtus spp
Pencegahan terhadap serangan – serangga ini dapat dilakukan dengan cara
memasang kawat kasa berukuran kecil pada bagian ventilasi dan memasang
plastik bening pada bagian luar pintu untuk membiaskan cahaya sehingga
serangga cenderung menghindar dan menjauh dari kumbung. Bila upaya ini
masih kurang, maka dapat dilakukan upaya pengendalian serangga dengan
cara memasang perangkap serangga di dalam kumbung berupa lem yang
dioleskan secara merata pada lembaran kertas/plastik berwarna kuning.
2. Laba-laba
Laba-laba dapat memakan miselium dan tubuh buah jamur tiram. Selain itu,
laba-laba juga dapat menyebarkan spora jamur pengganggu. Pencegahan
dapat dilakukan dengan menebarkan serbuk kapur pada permukaan lantai dan
dinding kumbung. Jika terdapat sarang laba-laba (biasanya terdapat di
sela-sela baglog) maka harus segera dimusnahkan.
3. Cacing
Hama cacing ini biasanya memakan miselium sehingga dapat mengakibatkan
jamur tidak tumbuh sama sekali/gagal tumbuh. Hama cacing sangat kecil
(±1 mm) dan dapat berkembang biak dengan cepat. Pencegahan hama cacing
dapat dilakukan melakukan proses sterilisasi dengan sempurna sehingga
telur-telur cacing mati.
4. Siput
Ruang kumbung yang tidak bersih dan lantai kumbung yang kotor dan becek
seringkali mengundang kedatangan siput. Siput akan memakan tubuh buah
jamur tiram yang baru tumbuh sehingga pertumbuhan jamur tiram menjadi
tidak optimal/rusak. Salah satu cara alami untuk mencegah ataupun
mengatasi serangan siput ialah dengan menyemprot lantai kumbung dan rak
dengan ekstrak jarak pagar.
5. Rayap
Mendeteksi kehadiran rayap relatif sulit dilakukan. Biasanya kita baru
menyadari kehadiran rayap setelah melihat kerusakan yang ditimbulkannya.
Rayap memakan zat yang terkandung di dalam kayu yaitu selulosa. Zat ini
juga terdapat dalam media baglog jamur tiram sehingga kemungkinan
kerusakan baglog juga cukup besar. Cara sederhana ialah dengan
menyemprotkan zat kimia anti rayap. Cara alami yang bisa diupayakan
yaitu dengan menggunakan ekstrak sereh yang disemprotkan ke bagian tanah
atau bagian kumbung yang terkena serangan.






0 komentar:
Posting Komentar