Sisi Lain
dari Mesin Pencari
Telah
dimaklumi bahwa kini di jagat maya ini telah tersedia sejumlah mesin pencari
(search engine) yang siap membantu para pengguna internet untuk menemukan dan
menjelajahi berbagai alamat-alamat situs yang dikehendakinya. Cukup dengan
menuliskan satu kata kunci tertentu pada mesin pencari, maka dalam sekejap sang
mesin pencari akan bekerja membantu kita menunjukkan tempat-tempat atau alamat
dimana kata kunci yang dimaksud berada. Jika beruntung, kita akan diajak pada
tempat yang benar-benar tepat sesuai kebutuhan, tetapi jika kurang beruntung,
kita terpaksa harus berusaha memilih dan mencari-cari lagi, yang jumlahnya
mungkin hingga ribuan bahkan jutaan.
Setiap mesin
pencari memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing dan di antara
sejumlah mesin pencari yang tersedia, konon Google disebut-sebut sebagai mesin
pencari yang dianggap paling canggih dan banyak digemari oleh para peselancar,
dikarenakan kemampuannya untuk membantu kita mencarikan tempat-tempat secara lebih
detail, meski mungkin tidak selamanya dapat menunjukkan hasilnya secara tepat
dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh sang peselancar.
Dibalik
kecanggihan mesin pencari dalam menunjukkan alamat-alamat yang dibutuhkan ini
ternyata sempat menimbulkan kegelisahan tersendiri. Contoh kasus, misalkan
seorang guru biologi di SMP dan SMA memberikan tugas kepada para siswanya untuk
menggali informasi tentang “lalat” di internet. Namun, ketika para siswa
melaksanakan pencarian informasi di internet, dengan menggunakan kata kunci
“lalat” pada mesin pencari, boleh jadi bukannya para siswa memperoleh informasi
tentang seluk beluk lalat yang sebenarnya, tetapi malah mereka bisa terperosok
pada tempat “lalat” yang berbeda, yang justru bisa membahayakan dan merusak mentalnya.
Di sinilah, tampaknya, moralitas, kearifan dan pemahaman dari para pengguna
jasa mesin pencari sangat diperlukan dalam memilah dan memilih informasi yang
berguna bagi dirinya. Para siswa dan anak-anak muda kita, selain perlu
dibelajarkan bagaimana menggali informasi di internet yang jumlahnya bisa
mencapai trilyunan byte, penting juga mereka dibelajarkan dan dibimbing
bagaimana mereka seharusnya melakukan pilihan-pilihan yang terbaik bagi dirinya
dalam berinternet.
Selain
dibutuhkan oleh para peselancar, mesin pencari juga dimanfaatkan oleh para
pemilik website atau blogger untuk mempromosikan situs atau blog-nya. Berbagai
cara yang dilakukan para pemilik website atau blogger untuk mensiasati agar
setiap tulisan atau halaman dalam situsnya dapat diindeks dan ditempatkan pada
urutan teratas dalam setiap mesin pencari, terutama di Google dan di beberapa
mesin pencari terkenal lainnya. Mereka yang sangat paham tentang seluk beluk IT
dan perilaku dari setiap mesin pencari, mungkin bisa mengotak-atiknya sedemikian
rupa (menggunakan teknik SEO, misalnya), sehingga setiap tulisannya dapat
diindeks dan ditempatkan pada halaman muka (teratas) dalam mesin pencari.
Bahkan, ada diantaranya yang sengaja mengeluarkan sejumlah biaya agar situs
atau blog-nya dapat ditempatkan di urutan teratas dalam mesin pencari. Semakin
berada pada urutan teratas dalam mesin pencarian, biasanya akan semakin tinggi
pula traffic yang menuju ke arah situs dan blog yang bersangkutan dan dengan
sendirinya pula, maksud dan tujuan dari si pembuat website atau blog pun akan
semakin efektif, baik tujuan yang bersifat komersial maupun non-komersial.
Sementara orang awam seperti saya, cenderung berjalan apa adanya. Artinya,
kalau lagi mujur, mungkin tulisan atau situs yang dibuat bisa berada pada
halaman teratas dalam mesin pencari, tetapi bisa juga berada pada halaman
paling buncit atau malah sama sekali tidak dilirik oleh sang mesin pencari.
Terlepas
dari kecanggihan yang dimiliki setiap mesin pencari beserta manfaatnya, yang
namanya mesin tetap saja mesin, dia hanya bisa bekerja secara mekanistik sesuai
aturan dan kriteria yang ditetapkan oleh perancangnya. Mereka tidak bisa
berimprovisasi di luar ketentuan baku yang telah ditetapkan, dan jika hal itu
dilakukannya pasti sang mesin pencari itu atau mungkin komputer kita sedang
mengalami error.
Seperti
telah dikemukakan di atas, bahwa Google merupakan salah satu mesin pencari yang
banyak digunakan orang, termasuk di Indonesia. Andaikan saja, Google ini
seorang manusia, mungkin dia akan terheran-heran dan pusing melihat para
pengguna jasa layanan Google di Indonesia, sebab konon berdasarkan data
statistik yang dimilikinya, para pengguna Google dari Indonesia banyak yang
minta diantarkan ke tempat-tempat yang berbau mesum, dengan menggunakan kata-kata
kunci (key words) yang sejenis itu. Karena memang dia statusnya hanya sebagai
mesin yang dirancang harus patuh, maka dia pun tetap mengantarkannya, meski
mungkin dengan rasa dongkol.
Melihat
kecenderungan ke arah sana, tidak sedikit para blogger maupun pemilik website
memanfaatkannya sebagai peluang untuk meningkatkan traffic, dengan cara membuat
nama situs, judul tulisan, kata kunci atau tag tulisan yang berbau mesum pula.
Walau pun isi situsnya mungkin sama sekali tidak membahas tentang “permesumen”,
tetapi sialnya ada juga yang memang benar-benar situs mesum yang oleh
pemiliknya sengaja mempromosikan “permesuman” kepada kepada khalayak. Dengan
kata lain, dia sedang berusaha “memasyarakat mesum dan memesumkan masyarakat”.
Memang terasa aneh, tapi itulah realitanya!






0 komentar:
Posting Komentar